Bank NTB Menjadi Syariah Jangan Hanya Nama

83

RABU, 5 APRIL 2017

MATARAM — Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Muhammad Amin berharap, supaya Peralihan PT. Bank NTB dari konvensional menjadi bank Syariah diharapkan tidak sekedar peralihan nama semata.

Wakil Gubernur NTB, Muhammad Amin, tengah, saat menghadiri rapat koordinasi team projec manajemen bersama konsultan pendamping konversi PT. Bank NTB menjadi Bank NTB Syari’ah di hotel Golden Tulip Mataram.

“Konversi kita harapkan tidak sekedar Peralihan Nama atau merek, tapi prinsip yang syariah yang termuat didalamnya benar-benar bisa dipraktikkan secara serius dalam pelaksanaannya” kata Amin di Mataram, Rabu (5/4/2017).

Langkah tersebut perlu dilakukan, supaya kemanfaatan dan keunggulan dari sistim syariah yang dijalankan Bank NTB benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Ketika sudah beralih status dari konvensional menjadi syariah, pihak manajemen diharapkan benar- benar bisa bekerja secara serius melakukan sosialisasi kepada masyarakat, seperti apa keuntungan dan kelebihan menggunakan produk dari Bank NTB Syariah.

“Maju tidaknya Bank NTB Syariah nantinya akan bergantung dari kemampuan dan kreativitas manajemen,” ujar Amin.

Ditambahkan, lebih penting dari itu, kualitas pelayanan didukung dengan ketersediaan SDM yang memadai tentu akan sangat mendukung kemajuan Bank NTB Syariah di masa yang akan datang.

Taufik, salah satu konsultan konversi Bank NTB dari konvensional menjadi Syariah, mengaku telah melakukan analisis dan kajian tentang potensi pasar perbankan syariah di NTB.

“Potensi pasar cukup bagus, termasuk kondisi keuangan, pengembangan produk, begitu juga dari sisi ekonomi, prekonomian NTB. Kesemuanya  bisa menjadi potensi bagi Bank NTB Syariah” katanya.

Ditambahkan, dirinya bersama konsultan lain juga berkomitmen tidak hanya memposisikan dirinya di Bank NTB Syariah sebagai konsultan, tapi juga sebagai patner untuk ke depannya bisa mewujudkan Bank NTB sebagai perbankan syariah sesuai harapan masyarakat.

Konversi PT. Bank NTB dari konvensional menjadi Syariah sudah akan mulai pada bulan Agustus 2018 dan saat ini selama sepuluh bulan ke depan para konsultan akan bekerja mempersiapkan infrastruktur dari konversi tersebut.

Jurnalis: Turmuzi/Redaktur: Irvan Sjafari/Foto: Turmuzi

Komentar