Bersifat Kekeluargaan, Simpan Pinjam Tabur Puja, Banyak Diminati

116

KAMIS, 6 APRIL 2017

YOGYAKARTA — Jejak Pemberdayaan Yayasan Damandiri — Posdaya Kenanga I di Dusun Kalipucang, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, merupakan satu Posdaya berikutnya yang menyalurkan dana Simpan Pinjam Tabur Puja Yayasan Damandiri di tingkat dusun. Sebelumnya, banyak warga Dusun Kalipucang yang membuka usaha kecil, terjerat lintah darat. 

Dusun Kalipucang

Hampir tiga tahun berjalan, Tabur Puja Posdaya Kenanga I telah menyasar sekitar 66 KK, terdiri dari 11 kelompok. Setiap kelompok terdiri dari 3-12 anggota, dengan dana pinjaman Tabur Puja yang tersalurkan mencapai Rp199 juta. Dana Simpan Pinjam Tabur Puja Yayasan Damandiri yang disalurkan melalui KUD Tani Makmur, diakui telah meningkatkan perekonomian pelaku usaha kecil, sekaligus memberantas praktik lintah darat atau rentenir yang marak terjadi pada tiga tahun, lalu.

Sekedar diketahui, Kelurahan Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, mengalami perkembangan sangat pesat sejak beberapa tahun terakhir. Tak sedikit kawasan pemukiman berupa perumahan dibangun di daerah ini. Hal itulah yang turut mendorong tumbuh suburnya perekonomian warga, yang ditandai munculnya berbagai macam usaha kecil. Apalagi, Dusun Kalipucang berada tak jauh dari kawasan Desa Wisata, sekaligus pusat industri kerajinan gerabah Kasongan yang sudah terkenal.

Ketua Posdaya Kenanga I, Sri Martilah, mengatakan, pada tahun pertama pengguliran modal pinjaman pada 2014, hanya ada 6 kelompok usaha saja yang mengajukan pinjaman. Namun, saat ini sudah ada 11 kelompok usaha. “Sejak ada program Tabur Puja, banyak warga di sini yang memiliki usaha tertarik mengajukan pinjaman. Bahkan, ada beberapa warga yang sebelumnya mengajukan pinjaman di sejumlah program simpan pinjam lain, beralih ke Tabur Puja,” ujarnya.

Dalam menjalankan program Tabur Puja, Posdaya Kenanga I menunjuk 3 pengurus untuk menjadi pengelola Simpan Pinjam Tabur Puja. Terdiri dari 1 orang ketua, 1 orang sekretaris dan 1 orang bendahara. Ketiga pengurus Simpan Pinjam Tabur Puja inilah yang mengurus segala hal terkait program Tabur Puja bagi warga di tingkat dusun. “Awalnya kita hanya membentuk kelompok di tiap RT, saja. Namun, kini mulai banyak warga yang membentuk kelompok sendiri-sendiri, dan mengajukan pinjaman,” kata Sri, yang juga merupakan Ketua Simpan Pinjam Tabur Puja di Dusun Kalipucang.

Untuk mempermudah proses seleksi, pihak pengurus menunjuk seorang kader di tiap RT, untuk membantu menilai setiap anggota. Baik itu menyangkut jenis usaha, pendapatan maupun karakter warga calon peminjam. Dengan cara itu, diharapkan warga yang meminjam dapat mengangsur pinjaman secara teratur, tanpa ada masalah di kemudian hari. “Tabur Puja ini sifatnya kekeluargaan dan kepercayaan. Jadi, kita lihat dulu orang-orangnya. Biasanya, kita cek seperti apa karakternya, tanggungjawabnya, dan berapa pendapatannya. Saat awal pinjaman, kita setujui sedikit dulu, kalau tertib, selanjutnya besaran pinjaman bisa meningkat,” katanya.

Menerapkan sistem tanggung renteng, dengan besaran pinjaman maksimal Rp2 juta per orang, semua anggota bertanggungjawab atas ketertiban pembayaran cicilan tiap kelompok. Biasanya dalam setiap peminjaman, masing-masing anggota akan menyisihkan sebagian uang yang besarannya telah disepakati, sebagai dana talangan, untuk mengantisipasi jika ada salah satu anggota telat atau lupa membayar cicilan. “Nanti jika sudah lunas semua, dana talangan itu akan tetap disimpan untuk pinjaman selanjutnya. Namun, jika sudah tidak meminjam lagi akan dibagikan kepada anggotanya,” kata Sri.

Jurnalis: Jatmika H Kusmargana/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Jatmika H Kusmargana

Komentar