BPS : 49 Kota IHK Deflasi dan 33 Kota Inflasi

59

SENIN, 3 APRIL 2017

JAKARTA — Berdasarkan pengamatan Badan Pusat Statistik (BPS) sepanjang Maret 2017, dari total sebanyak 82 kota IHK yang ada di seluruh Indonesia, BPS memastikan setidaknya ada 49 kota IHK yang mengalami deflasi.

Kepala BPS Pusat, Suhariyanto.

Sedangkan 33 kota IHK lainnya dinyatakan BPS mengalami inflasi, sehingga secara keseluruhan dari 82 Kota IHK tersebut maka Indonesia mengalami deflasi sebesar 0,02 persen. Demikian penyataan yang disampaikan secara langsung oleh Kepala BPS Pusat pada saat menggelar acara jumpa pers di Jakarta, Senin (3/4/2017).

“Di antara 82 Kota IHK di Indonesia, deflasi tertinggi pada Maret 2017 terjadi di Tanjung Pandan sebesar 1,49 persen dengan IHK sebesar 134,11. Sedangkan deflasi terendah terjadi di Padang dan Purwokerto, masing-masing sebesar 0,01 persen dengan IHK masing-masing sebesar 134,04 dan 125,22,” Kata Kepala BPS Pusat Suhariyanto saat jumpa pers di Kantor BPS Pusat Jakarta, Senin (3/4/2017).

Suhariyanto juga mengungkapkan bahwa dari 82 kota IHK pada Maret 2017, Inflasi tertinggi terjadi di Merauke sebesar 1,24 persen dengan IHK sebesar 135,67. Sedangkan  terendah terjadi di Tembilahan dan Banjarmasin masing-masing sebesar 0,01 persen, dengan IHK masing-masing sebesar 131,26 dan 127,74.

Deflasi di Indonesia menurut keterangan BPS Pusat disebabkan adanya kenaikan harga yang ditunjukkan beberapa kelompok pengeluaran, masing-masing kelompok bahan makanan sebesar 0,66 persen, kemudian kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan 0,13 persen.

BPS juga melaporkan bahwa inflasi juga terjadi pada kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,31 persen. Kemudian disusul oleh kelompok perumahan, air, listrik, gas dan juga bahan bakar yang ikut andil menyumbang Inflasi sebesar 0,30 persen.

Kelompok lainnya yang tercatat mengalami Inflasi sepanjang Maret 2017, masing-masing adalah kelompok sandang sebesar 0,18 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,21 persen dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 0,08 persen.

Jurnalis: Eko Sulestyono/Redaktur: Irvan Sjafari/Foto: Eko Sulestyono

Komentar