Cegah Pungli, Kadin Minta Pemda Lakukan Pengawasan Terintegrasi

0
18

SELASA, 4 APRIL 2017

BALIKPAPAN — Pemerintah daerah diminta lakukan pengawasan yang terintegrasi untuk mencegah aksi pungutan liar, menyusul belum lama ini, kepolisian telah mengamankan oknum pungli di Pelabuhan Samarinda Palaran dengan nilai uang sitaan sebesar Rp6,1 miliar.

Ketua Kadin Balikpapan Yaser Arafat

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Balikpapan, Yasef Arafat menilai dalam mencegah pungutan liar tentunya harus dilakukan pengawasan yang terintegrasi, terukur dan transparan. Karena pungli dapat menyebabkan iklim ekonomi tidak kondusif.

“Agar iklim ekonomi tetap tercipta kondusif, pemda harus tingkatkan pengawasan. Pungli itu ujung-ujungnya berdampak pada harga barang yang tak wajar di pasaran,” ucapnya Selasa, (4/4/2017).

Lanjut Yaser, pungutan liar bisa merugikan pengusaha dan konsumen baik itu pemasok barang, penyedia jasa logistik dan konsumen di tingkat pengecer.

“Kalau pengawasannya dan pantauannya hanya di hilir saja, jadi kurang efisien untuk mencegah kenaikan harga barang yang nilainya tidak wajar,” tandasnya.

Disebutkan, mempersempit peluang pungli harus ada pendataan terbuka mengenai daerah asal barang, volume barang yang masuk, dan tujuan pendistribusian barang.

“Dengan langkah itu, apabila ada permasalahan yang mengakibatkan harga maka bisa terdeteksi dengan cepat. Apakah itu berasal dari pasokan yang langka atau persoalan lainnya,” ulasnya.

Terpisah, Wakil Ketua INSA Balikpapan Pulmasi mengatakan, adanya praktik pungli di Pelabuhan Samarinda itu tentu mengkhawatirkan kalangan pengusaha logistik.

“Jelas pengirim barang dirugikan, tentu ada tambahan biaya setiap kali barang masuk,” ujarnya.

Jurnalis : Ferry Cahyanti / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Ferry Cahyanti

Komentar