Cuaca Buruk, Pengaruhi Stok Ikan di Pasar Ikan Kalianda

34

JUMAT, 7 APRIL 2017

LAMPUNG — Kondisi cuaca tak bersahabat bagi sejumlah nelayan di wilayah pearairan Kabupaten Lampung Selatan, turut berimbas kepada para pedagang ikan di Pasar Higienis Kalianda, dan para pedagang ikan keliling (pelele). Sejumlah pedagang ikan kesulitan mendapatkan pasokan ikan.

Sejumlah pedagang ikan di Pasar Ikan Kalianda

Guna menyiasati kondisi tersebut, sejumlah pedagang ikan menjual ikan jenis air tawar yang diperoleh dari wilayah Kecamatan Sragi dan Kecamatan Palas, yang merupakan sentra budidaya ikan air tawar. Menurut Ismiati, salah satu pedagang ikan di pasar ikan higienis Kalianda, sebagian ikan yang dilelang di Pusat Pendaratan Ikan (PPI) sekaligus Tempat Pelelangan Ikan (PPI) Dermaga Bom Kalianda, sebagian sudah dipesan oleh para pelele atau pedagang keliling menggunakan kendaraan roda dua, sebagian dikirim ke daerah lain, sehingga pedagang pasar ikan higienis kekurangan stok ikan laut.

Ismiati menyebut, jenis-jenis ikan yang setiap harinya selalu tersedia dan dijual di lapaknya kini sedang kosong stok. Beberapa jenis ikan yang biasanya banyak dijual di antaranya ikan tongkol, ikan layur, ikan simba, ikan kacangan, namun berbagai jenis ikan tersebut mulai sulit diperoleh. Namun, beberapa penjual ikan masih bisa menjual jenis ikan tersebut dengan mendatangkan dari wilayah lain, dengan harga yang lebih tinggi dari biasanya.

Selain pada hari biasa, jumlah hasil tangkapan ikan nelayan lokal cukup melimpah, yang disuplai oleh sebagian nelayan dari wilayah Anyer, Rangkasbitung dan dari wilayah Padangcermin, Kabupaten Pesawaran, yang juga mendaratkan ikan di Kalianda, terutama saat proses “ngebababang” atau mendaratkan ikan di wilayah lain.

“Kalau stok atau pasokan ikan di pasar higienis ini sudah lima hari menipis, tapi harga naik sudah sebelum pasokan menipis, karena memang nelayan sulit mendapatkan ikan,”ungkap Ismiati, saat ditemui Cendana News, Jumat (7/4/2017).

Ikan-ikan yang mengalami kenaikan harga, di antaranya jenis ikan tongkol, bandeng, selar, kacangan, rajungan dan udang. Rata-rata kenaikan mencapai Rp5-6 ribu per kilogram. Ikan tongkol dengan harga naik kini dijualnya dengan harga Rp28 ribu perkilogram, ikan bandeng Rp25 ribu per kilogram, ikan Selar Rp19 ribu per kilogram. Sementara jenis udang windu, udang galah dan udang vaname dari tambak mulai banyak dijual sebagai pilihan dengan harga Rp65 ribu per kilogram dan udang galah Rp78 ribu per kilogram.

Naiknya harga sejumlah ikan akibat kondisi cuaca sehingga nelayan sulit melaut, membuat sejumlah pedagang ikan juga menjual ikan air tawar. Beberapa ikan air tawar yang dijual di antaranya ikan gurame, ikan lele, ikan mujahir dan ikan emas dengan harga rata-rata Rp17 ribu hingga Rp30 ribu per kilogram. Ikan air tawar dijual untuk mengantisipasi sedikitnya pasokan ikan laut yang sulit diperoleh dari tempat pelelangan ikan dan dari nelayan.

Sementara itu, pedagang ikan lainnya, Joni, mengatakan, mulai berkurangnya nelayan yang melaut dan hasil tangkapan ikan laut yang minim membuat harga ikan laut melambung. Konsumen atau pelanggan yang ingin mengkonsumsi ikan di antaranya bahkan ada yang menyukai jenis ikan tertentu saja untuk dikonsumsi, di antaranya jenis ikan simba yang bisa dibuat gulai serta jenis ikan tengkurungan untuk dibakar.

“Ada pelanggan setia yang maunya ikan jenis tertentu, namun saat harga mahal dan stok menipis, kami tetap berjualan ikan dengan porsi lebih banyak justru ikan air tawar, meski ikan laut tetap ada dengan jumlah sedikit,” terang Joni.

Ikan air tawar jenis ikan emas, ikan lele, ikan patin, disukai oleh masyarakat di sekitar pesisir pantai, sementara ikan laut banyak diminati masyarakat yang tinggal di dataran tinggi seperti di sekitar lereng Gunung Rajabasa. Sebagian ikan air tawar, selain didatangkan dari Kecamatan Pala dan Sragi, juga didatangkan dari wilayah Kabupaten Cianjur, terutama ikan jenis patin dan ikan emas.

Meski sementara waktu ikan air tawar banyak dijual, namun saat kondisi cuaca membaik dengan pasokan ikan laut mulai banyak, porsi ikan air tawar yang dijual akan dikurangi. Selain ikan air tawar jenis kerang hijau, kerang kepah serta jenis kerang lain yang dibudidayakan juga banyak dijual dan diminati masyarakat, selama harga ikan mulai merangkak naik akibat dampak cuaca ekstrim dan membuat nelayan tak melaut.

Jurnalis: Henk Widi/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Henk Widi

Komentar