Dalam 3 Tahun, 9 Kelompok Usaha Ajukan Pinjaman Tabur Puja

46

MINGGU, 2 APRIL 2017

YOGYAKARTA — Jejak Pemberdayaan Yayasan Damandiri — Selama 3 tahun berjalan, Simpan Pinjam Tabur Puja di Posdaya Kanthil Kuning, Dusun Sribitan, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, berkembang pesat. Berbagai keunggulan yang dimiliki Tabur Puja, membuat banyak warga tertarik untuk mengikuti program yang merupakan kerjasama KUD Tani Makmur dengan Yayasan Damandiri, ini. 

Pertemuan Posdaya Kanthil Kuning

Ketua Posdaya Kanthil Kuning, Sumiyem, mengatakan pada awal pengguliran dana pinjaman Tabur Puja di 2014, hanya ada 4 kelompok usaha saja yang mengajukan pinjaman. Namun, saat ini sudah ada 9 kelompok usaha dengan jumlah 5-10 orang yang tersebar di 9 RT.  “Sejak ada program Tabur Puja, banyak warga di sini tertarik untuk mengajukan pinjaman. Bahkan, ada beberapa warga yang sebelumnya mengajukan pinjaman di sejumlah program simpan pinjam lain, beralih ke Tabur Puja,” ujarnya.

Dalam menjalankan program Tabur Puja, Posdaya Kanthil Kuning yang memiliki 15 pengurus, menunjuk 3 orang pengurus untuk menjadi pengelola Simpan Pinjam Tabur Puja. Terdiri dari 1 orang ketua, 1 orang sekretaris dan 1 orang bendahara. Ketiga pengurus Simpan Pinjam Tabur Puja inilah yang mengurus segala hal terkait program Tabur Puja bagi warga di tingkat dusun. “Kita rutin menyosialisasikan program Tabur Puja ini ke semua warga dalam setiap pertemuan dusun. Biasanya, seminggu sekali. Jika ada yang tertarik meminjam, kita minta membuat kelompok. Setelah itu, kita wawancara satu per satu dan kita ajukan ke KUD Tani Makmur,” kata Sumiyem, yang juga merupakan Ketua Simpan Pinjam Tabur Puja di Dusun Sribitan.

Disetujui atau tidaknya besaran dana pinjaman yang diajukan warga, akan ditentukan oleh KUD Tani Makmur, dengan meminta rekomendasi dari Ketua Posdaya atau Pengurus Tabur Puja tingkat Dusun. Baik itu menyangkut jenis usaha, pendapatan maupun karakter warga calon peminjam. “Sebenarnya ada banyak sekali yang ingin meminjam. Tapi, kan harus kita seleksi. Biasanya kita cek seperti apa karakternya, tanggungjawabnya bagaimana. Pendapatannya, berapa. Biasanya saat awal pinjaman kita setujui sedikit dulu. Kalau tertib, selanjutnya besaran pinjaman bisa meningkat,” katanya.

Menerapkan sistem tanggung renteng, dengan besaran pinjaman maksimal Rp2 juta per orang, semua anggota bertanggungjawab atas ketertiban pembayaran cicilan tiap kelompok. Biasanya dalam setiap peminjaman, masing-masing anggota akan menyisihkan sebagian uang yang besarannya telah disepakati, sebagai dana talangan untuk mengantisipasi jika ada salah satu anggota telat atau lupa membayar cicilan. “Nanti kalau sudah lunas semua, dana talangan itu akan tetap disimpan untuk pinjaman selanjutnya. Namun, jika sudah tidak meminjam lagi, akan dibagikan kepada anggotanya,” katanya.

Jurnalis: Jatmika H Kusmargana/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Istimewa

Komentar