Damandiri Salurkan 1.000 Jamban Sehat untuk Keluarga Prasejahtera

39

RABU, 5 APRIL 2017

PADANG — Jejak Pemberdayaan Yayasan Damandiri — Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) bergandengan tangan bersama Yayasan Damandiri untuk membantu keluarga prasejahtera. Program kerja sama yang diluncurkan yakni 1.000 Jamban Sehat.

Parlagutan Nasution (kiri) bersama Ny. Nevi Irwan Prayitno saat meneyerahkan bantuan jamban sehat [ist]

Ketua Harian LKKS Sumbar, Parlagutan Nasution mengatakan, selaku lembaga yang bergerak di bidang sosial, membantu masyarakat yang termasuk prasejahtera adalah sebuah hal yang harus dilakukan. Namun untuk melakukan semua ini, pihaknya perlu bekerjasama dengan sejumlah pihak termasuk dari Yayasan Damandiri.

Ia menyebutkan, salah satu program yang terlibat langsung bersama Yayasan Damandiri ialah Program Jamban Sehat. Program sudah cukup lama dirancang, hanya saja realisasinya baru bisa dilakukan pada tahun ini. Ada 1.000 jamban yang akan dan sedang dibangun di sembilan kabupaten kota di Sumbar.

“Progam itu kita lahirkan, karena masih banyak keluarga prasejahtera yang ditemukan tidak memiliki tempat buang air besar atau jamban di dalam rumahnya. Jika tidak segera dibantu, maka sangat tidak bagus untuk kesehatan penghuninya,” ucapnya, ketika ditemui di Kantor LKKS Sumbar, Padang, Rabu (5/4/2017).

Ketua Harian LKKS Sumbar, Parlagutan Nasution

Parla mengakui, Progam Jamban Sehat tahun 2017 ini memang belum menyeluruh hadir di kabupaten kota di Sumbar. Kota Padang mendapat bantuan 200 jamban, sementara untuk Kota Payakumbuh, Kabupaten Limapuluh Kota, Kabupaten Solok, Sijunjung, Solok Selatan, Dharmasraya, Pasaman Barat, dan Padang Pariaman masing-masing kabupaten itu juga mendapat bantuan yakni sebanyak 100 jamban.

Ia juga menyebutkan, melengkapi Program Jamban Sehat ini, juga turut dibantu oleh sejumlah pihak. Yayasan Damandiri memberikan bantuan leher angsa (jamban), untuk melengkapi pembuatan dan pembangunan jambannya itu dibantu oleh PT. Semen Padang melalui CSR nya dengan bantuan semen sebanyak 5.000 sak semen. Sedangkan untuk upah pembangunan jambannya, dibantu oleh Badan Zakat Nasional (Baznas) sebesar Rp250.000 untuk setiap pembangunan jambannya.

“Jadi apa yang dilakukan ini, benar-benar secara gotong royong. Tentunya LKKS berterima kasih atas kerjasamanya, sehingga keluarga prasejahtera jadi terbantu, berkat bantuan bersama sudah bisa memiliki tempat buang air yang layak,” kata Parla.

Sementara itu, Ketua Tim Asisten Pelaksanaan Pembangunan Jamban Sehat, Adi Bermasa menambahkan, ke depan bagi daerah yang belum mendapatkan bantuan, akan diprioritaskan. Menurutnya, Program Jamban Sehat ini diupayakan merata di seluruh daerah, karena masih banyak daerah yang keluarganya tidak memiliki jamban.

“Jadi dari hasil pemetaan LKKS, memang di Sumbar ini masih ada keluarga yang rumahnya tidak memiliki jamban itu. Nah hal ini juga yang mendasari munculnya Program Jamban Sehat, karena yang kami inginkan, lingkungan dan kesehatan di setiap keluarga benar-benar terjaga,” ujar Adi.

Ia menyebutkan, selama ini sejumlah masyarakat yang belum memiliki jamban itu, cara yang dilakukan untuk membuang kotorannya melalui kantong plastik yang dibuang di semak-semak. Hal ini dinilainya sangat tidak bagus, karena bakal mengganggu kenyamanan lingkungan, dan juga bisa berdampak kepada kesehatan.

Pertemuan Cendana News, Supervisi Damandiri dan LKKS Sumbar [Ist]

Berkat adanya kepedulian LKKS bersama Yayasan Damandiri itu, benar-benar berarti. Tidak hanya membuat keluarga presejahtera menjadi bahagia, tapi juga turut membuat lingkungan hidup yang bersih.

Jurnalis: Muhammad Noli Hendra / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto: Muhammad Noli Hendra

Komentar