Darmin Nasution : Kita Belum Tahu Keputusan Presiden Donald Trump Terkait Daftar Negara Curang

51

JUMAT, 6 APRIL 2017

JAKARTA — Pemerintah Amerika Serikat dalam waktu dekat berencana akan mengeluarkan atau merilis daftar negara-negara yang dianggap curang dalam perdagangan internasional. Indonesia disebut-sebut sebagai salah satu negara-negara di dunia yang masuk dalam daftar tersebut.

Menteri Koordinator  Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian), Darmin Nasution.

Terkait dengan tuduhan tersebut,  Darmin Nasution, Menteri Koordinator  Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Republik Indonesia mengaku hingga saat ini masih belum tahu terkait adanya adanya kabar tersebut. Pemerintah Indonesia sudah melakukan berbagai antisipasi terkait tuduhan Amerika Serikat tersebut.

“Hingga tahun 2016, sebenarnya neraca perdagangan Indonesia dengan Amerika Serikat tidak mengalami defisit pada akhir 2016, neraca perdagangan Indonesia dengan Amerika Serikat tercatat mengalami surplus sebesar 13,16 miliar Dolar Amerika (USD)” kata Menko Perekonomian Darmin Nasution   kepada wartawan di Kantornya, Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.

Darmin Nasution menambahkan walaupun neraca perdagangan Indonesia-Amerika Serikat mengalami surplus, namun dirinya juga tidak bisa memastikan apakah Indonesia juga akan tetap akan dimasukkan Pemerintah Amerika dalam daftar negara-negara curang atau tidak.

Pemerintah Indonesia hingga saat ini telah mengambil berbagai langkah-langkah terkait dengan kebijakan baru perdagangan luar negeri Amerika Serikat. Namun Pemerintah Indoesia masih menunggu instruksi eksekutif dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump apakah Indonesia termasuk dalam daftar negara-negara curang yang melakukan Dumping.

Menurut data Kementrian Perdagangan Republik Indonesia, setidaknya ada 30 produk atau barang ekspor Indonesia ke pasar Amerika Serikat yang diduga berpotensi dipermasalahkan karena diduga melakukan Dumping. Pengertian Dumping adalah menjual barang atau produk ke pasar luar negeri lebih murah dibandingkan menjualnya di pasar dalam negeri.

Jurnalis: Eko Sulestyono/Redaktur: Irvan Sjafari/Foto: Eko Sulestyono

Komentar