DKP Sikka, Inisiasi Program Magang Nelayan Pantai Selatan

243

SENIN, 3 APRIL 2017

MAUMERE — Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) kabupaten Sikka, sejak Desember 2016 telah merekrut nelayan penangkap ikan, baik Cakalang maupun Tuna, dan yang berdiam di Pantai Selatan, Kabupaten Sikka, untuk magang di kapal-kapal penangkap ikan yang dimiliki nelayan di Pantai Utara Sikka.

Kapal Pole and Line penangkap ikan cakalang dan tuna milik nelayan Pulau Pemana di Pangtai Utara, Sikka.

“Dengan adanya program magang ini, diharapkan keterampilan nelayan di Pantai Selatan bisa berkembang, agar nantinya saat infrastruktur perikanan dibangun di Pantai Selatan, nelayan yang berada di daerah ini sudah memiliki kemampuan yang memadai,” demikian disampaikan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sikka, Heribertus Krispinus, saat ditemui Cendana News di kantornya, Senin (3/4/2017), siang.

Menurut Heri, sapaannya, para nelayan magang di Bagan atau Kelong dan Kapal Pole and Line, dalam rangka mempercepat keahlian teknologi dan kemampuan skill mereka, agar mereka bisa mengeksploitasi potensi perikanan di Pantai Selatan. Magang tersebut dibutuhkan, sebab potensi perikanan di Pantai Selatan, besar, tetapi keterampilan menangkap ikan para nelayannya masih kurang, sehingga hasil tangkapan masih minim. Dengan magang itu nelayan Pantai Selatan Sikka juga bisa mengadopsi keterampilan, sebab ada juga nelayan yang sudah memiliki kapal dan bila nanti diberikan bantuan pun mereka sudah siapa sumber daya manusianya. “Daerah Laut Selatan ikan Tuna, Cakalang, Layang dan Tunanya pun besar-besar, sebab arus lautnya kencang dan juga belum banyak dieskploitasi,” terangnya.

Potensi ikan di Pantai Selatan sangat besar, tapi nelayan di selatan tidak bisa menjual ikan di daerah mereka, karena tidak ada kolam labuh, sehingga kapal-kapal penangkap ikan berukuran besar tidak bisa berlabuh di sana dan terpaksa menjualnya ke Flores Timur.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sikka, Heribertus Krispinus.

Selaku kepala dinas, ia membuat terobosan dengan membangun kolam labuh di Pantai Selatan, tepatnya di Paga. Sehingga, kapal-kapal ikan bisa aman dan nyaman berlabuh di sana dan investor juga sudah mulai masuk ke Pantai Selatan untuk membangun cold storage dan membeli hasil tangkapan nelayan di selatan. “Dengan adanya investor, nelayan di Pantai Selatan tidak kesulitan menjual ikannnya dan dengan demikian Pemerintah Daerah pun bisa mendapatkan pemasukan dari retribusi,” jelasnya.

Sementara itu, seorang nelayan,  Ali Hasan, ditemui Cendana News di Pelabuhan Wuring, Kelurahan Wolomarang, mengakui kelompoknya menampung dua nelayan yang magang untuk menangkap ikan cakalang dengan Kapal Pole and Line selama sebulan. Nelayan dari Pantai Selatan yang magang tersebut selalu mengikuti setiap kali kapal mereka pergi melaut, sehingga mereka bisa melihat secara langsung dan mempraktekkan teknik menangkap ikan Cakalang dan Tuna. “Kami juga pernah menerima nelayan dari Rote Ndao yang magang selama sebulan lebih dan setelah mereka sudah mahir, mereka kembali ke daerah mereka dan bisa mempraktekkannya,” terangnya.

Jurnalis: Ebed De Rosary/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Ebed De Rosary

Komentar