Dua Puluh Sembilan Desa di Sikka Ajukan Program Pemekaran

296

KAMIS, 6 APRIL 2017

MAUMERE — Sebanyak 29 desa yang ada dan tersebar di 13 kecamatan di Kabupaten Sikka sudah memasukkan data administrasi serta sudah dilengkapi segala persyaratan yang dibutuhkan untuk dimekarkan menjadi 34 desa baru.

Rumah warga Desa Reroroja yang terkena bencana angin kencang dan mengalami kerusakan.

Demikian disampaikan pelaksana tugas Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Sikka, Robertus Ray, saat ditemui Cendana News di kantornya, Kamis (6/4/2017).

Dikatakan Robert, sapaannya, dari 147 desa yang tersebar di 21 kecamatan yang ada di Kabupaten Sikka hanya 29 desa yang masyarakatnya mengajukan pemekaran setelah dibukanya moratorium pemekaran desa di tahun 2016 lalu.

“Semua desa tersebut sudah memasukkan persyaratan dan kami sudah melakukan verifikasi administrasi serta sudah dinyatakan lolos sehingga kami mulai melakukan verifikasi faktual di lapangan,” ungkapnya.

Rodulfus Paskali Dhika, anggota BPD Desa Reroroja saat dihubungi Cendana News Kamis (6/4/2017) sore, menyatakan, Desa Reroroja juga ada usulan pemekaran desa dan hari Selasa lalu dari pemerintah sudah turun melakukan verifikasi.

Desa pemekaran tersebut berada di bagian atas bukit yang terdiri dari 3 Rukun Warga (RW) dengan jumlah kepala keluarga (KK) sebanyak  413 kepala keluarga sementara desa induknya memiliki wilayah yang berada di dekat pantai sepanjang jalan prioritas nasional trans utara Flores.

“Pemekaran ini merupakan usulan dari masyarakat dan sudah disampaikan sejak tahun 2012. Namun dengan adanya moratorium maka baru dimasukkan tahun lalu dan nantinya desa pemekaran ini akan dinamakan desa Leguwoda,” pungkasnya.

Rudolfus Paskalis Dhika, anggota BPD Desa Reroroja, Kecamatan Magepanda.

Data yang diterima Cendana News menyebutkan, untuk Kecamatan Paga ada 6 usulan desa pemekaran yakni Desa Paga dipecah menjadi 2 desa lagi yakni desa Lawalobo dan Desa Aebubu. Desa Wolorega dipecah menjadi 2 calon desa baru, yakni Regapu’u dan Rejo serta Desa Wolowiro bertambah menjadi Desa Regu serta Desa Kotandelu yang dimekarkan dari desa induk Mbengu.

Untuk Kecamatan Mego, Desa Ratekalo dimekarkan dari Desa Bhera, Desa Ndaimbere dimekarkan dari Desa Gera serta untuk Kecamatan Magepanda calon desa baru yakni Desa Waturia yang dimekarkan dari Ddesa Kolisia, Desa Woda Mude dimekarkan dari Desa Magepanda serta Desa Legu Woda hasil pemekaran dari Desa Reroroja.

Kecamatan Waiblama hanya ada satu pemekaran desa yakni Desa Watumoning yang dimekarkan dari Desa Pruda, serta Kecamatan Bola Desa Watukrus dimekarkan dari Desa Ipir dan Desa Bura Bekor hasil pemekaran dari Desa Wolonwalu. Desa Bu Barat di Kecamatan Tanawawo dimekarkan dari desa induk Bu Selatan serta Desa Nuapu’u dimekarkan dari Desa Bu Utara.

Pemekaran di Kecamatan Talibura merupakan yang terbanyak dimana Desa Nebe dimekarkan menjadi  Desa Watuomok, Mamai mekar dari Desa Bangkoor, dan Henga mekar dari Desa Lewomada. Juga Desa Watubaing mekar dari Desa Talibura, Likonggete mekar dari Desa Nangahale, Udekduen mekar dari Desa Hikong serta Desa Waipaar dan Baokremot mekar dari desa induk Wailamung.

Selain itu di Kecamatan Koting, Desa Koting D mekar menjadi satu desa lagi bernama Watu Repa, Desa Kara Kabu dan Tada Lado mekar dari desa induk Nirangkliung di Kecamatan Nita serta Desa Nangablo yang mekar dari Desa Tilang.

Areal persawahan di Desa Reroroja yang menjadi salah satu desa yang akan dimekarkan.

Di Kecamatan Doreng ada 2 desa yang dimekarkan yakni Desa Pelibaler mekar dari desa induk Kloangpopot dan Desa Mahe Tana dari desa induk Nenbura. Kecamatan Waigete ada Desa Egom yang dimekarkan menjadi 2 desa lagi yakni Mahekelan dan Egon Buluk sedangkan Kecamatan Kewapante hanya Desa Watu Kobu yang mekar dari Desa Iantena serta Kecamatan Alok Timur hanya Desa Gong Bekor yang mekar dari Desa Watugong.

Jurnalis: Ebed de Rosary / Editor: Satmoko / Foto: Ebed de Rosary

Komentar