Gali Bibit Pemain Sepak Bola sejak Usia SD

99

MINGGU, 9 APRIL 2017

LAMPUNG — Sebagai salah satu pemain andalan Kesebelasan Rajawali yang cukup dikenal di Kabupaten Lampung Selatan, Heri (40) memiliki keinginan menularkan bakat bermain bola kepada anak-anak usia sekolah dasar yang berniat dan memiliki kemauan untuk masuk ke Sekolah Sepak Bola (SSB) binaannya.

Heri saat melatih siswanya

Heri mengungkapkan, SSB yang dibentuknya bermula dari keprihatinannya kepada anak-anak di desa yang lebih banyak bermain di jalan raya, kebut-kebutan dan tidak memiliki aktivitas bermanfaat saat sore hari. Merasa bertanggungjawab dengan masa depan generasi muda tersebut, dan potensi anak-anak usia sekolah yang setelah dilatih memiliki bakat cukup baik, Heri mengaku mulai banyak anak yang mendaftar. Bermula dari hanya sekitar 15 anak, kini seluruh siswa binaanya mencapai 60 anak didik.

“Sebagai pecinta olah raga sepak bola dan tinggal di dekat lapangan sepak bola, fasilitas memadai dan anak-anak usia SD sangat banyak, maka saya memutuskan membuka sekolah sepak bola, meski tingkat kecamatan, namun ini sangat diminati oleh anak laki-laki yang hobi olah raga sepak bola,” terang Heri, saat ditemui Cendana News di lapangan Desa Sripendowo, Minggu (9/4/2017).

Heri menyebut, upaya untuk menggali siswa berbakat di bidang sepak bola mulai dari tingkat sekolah dasar, dilakukan dengan rajin berlatih. Pengenalan teknik dan dasar bermain, aturan permainan serta latihan rutin membuat siswanya mengalami kemajuan cukup pesat. Sebagian siswa di bawah gemblengannya bahkan membela sekolahnya dalam ajang Olimpiade Olah Raga Siswa Nasional (O2SN) tingkat kecamatan hingga tingkat korwil, dan sebagian sudah melaju di tingkat kabupaten.

Siswa dibagi dalam empat kelompok, A, B, C dan D, dengan beberapa asisten untuk melakukan pelatihan. Sesuai jadwal seluruh siswa didiknya rutin berlatih pada setiap Rabu, Jumat dan Minggu. Mengkhususkan pada anak-anak usia sekolah dasar, sebagian besar murid Heri berasal dari wilayah Kecamatan Ketapang, mulai dari anak-anak usia kelas 1 hingga 6  SD. “Kita khususkan sementara untuk anak usia SD, namun jika nanti memungkinkan dan banyak peminat kita juga akan membuka SSB untuk kelas SMP, karena kita lebih fokus menggali bibit berprestasi dari usia SD,” terang Heri.

Berbagai teknik mulai dari mengoper, menggiring bola, mempertahankan bola dan juga kekompakan dilatih sesuai jadwal. Bermain bola bukan hanya soal menang atau kalah atau memasukkan bola ke gawang lawan, namun menjaga kerjasama tim dan mengusahakan koordinasi antar pemain sesuai fungsinya masing-masing.

Jurnalis: Henk Widi/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Henk Widi

Komentar