Gedung Negara di Papua, Diresmikan

166

MINGGU, 9 APRIL 2017

JAYAPURA — Gedung Negara senilai Rp96 miliar, terdapat kamar dan ruang tamu Presiden Republik Indonesia (RI), Minggu (9/4/2017), petang, tadi diresmikan Gubernur Provinsi Papua, Lukas Enembe.

Gedung Negara di Papua

“Gedung Negara ini telah mencapai 99,9 persen, sisa finishing, saja. Ada ruangan khusus Presiden RI, sudah sesuai standar yang berlaku untuk sekelas presiden dan itu sudah kami konsultasikan berkali-kali saat membangun ruangannya,” kata Beendara proyek, Richrad Hutabarat.

Paling unik di Gedung Negara ini adalah ornamen-ornamen mewakili suku-suku besar yang ada di Bumi Cenderawasih. Juga terdapat air mancur pada taman utama dengan variasi air mancur serta lampu yang diiringi musik daerah. “Lampu dan air mancur akan mengikuti musik. Lampu ada 5 variasi, air ada 8 variasi. Ornamen kami terapkan pada tiang-tiang utamanya. Jadi, setiap semua suku yang ada di Papua kami terapkan pada tiang-tiang utama gedung,” jelas Richard.

Pembangunan Gedung Negara tersebut dimulai dari awal. Bangunan lama dibongkar rata dengan tanah, selanjutnya pembangunan dilakukan dengan target 2017, selesai. “Sebelumnya Ggedung Negara telah ada, dibongkar keseluruhan dan dibangun ulang. Kami bongkar rata, lalu bangun dari awal,” ujarnya.

Pengerjaan proyek Gedung Negara dari PT Perisai Pribumi dan PT Pratama Sinar Papua yang telah berjalan dua tahun sejak 2016-2017, melalui proses lelang terbuka. Nilai proyek sekitar Rp96 miliar. “Pembayaran dua tahap, pertama sekitar Rp46 miliar dan tahap kedua Rp50 miliar,” tuturnya.

Gubernur Papua, Lukas Enmebe meresmikan Gedung Negara Papua

Gubernur Papua, Lukas Enembe sebelum meresmikan gedung pemerintah provinsi Papua yang dinamakan Gedung Negara itu mengaku telah menyampaikan kepada Presiden RI, Joko Widodo, dan Presiden sempat kaget akan adanya acara peresmian gedung negara. “Saya kemarin laporan kepada Presiden Joko Widodo. Pak Presiden kaget, karena Gedung Negara di sini sudah ada sejak 1950-an, lalu. Belanda sudah bangun disebut Gedung Negara. Sampai hari ini gedung ini kita masih gunakan sebagai Gedung Negara,” kata Lukas.

Gedung Negara yang mempunyai lima kubah besar serta pegangan beton kubah, berbentuk alat musik tradisional Tifa. Selain kamar presiden dan ruang tamu presiden, gedung ini memiliki aula, kediaman gubernur Papua, Kantor-kantor staf khusus gubernur, taman, air mancur, kolam renang, lapangan helikopter, tempat olahraga juga terdapat 50-an kamera pengintai, alarm kebakaran, dan pos penjagaan utama serta pos keamanan di sekitar gedung.

Jurnalis: Indrayadi T Hatta/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Indrayadi T Hatta

Komentar