Gelar Pelatihan Budidaya Cabai, BPTP DIY Telah Salurkan 93.600 Bibit Cabai Sejak Januari Lalu

95

KAMIS, 6 APRIL 2017
SLEMAN — Dalam rangka memperingati Hari Kartini 2017, Badan Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Balitbangtan DIY bekerjasama dengan Tim Penggerak PKK DIY menggelar pelatihan budidaya tanam cabai bertempat di BPTP DIY Kamis (06/04/2017). Kegiatan ini digelar sebagai tindak lanjut penandatanganan perjanjian kerjasama gerakan tanam cabai di DIY sejak Januari 2017 lalu. 

Wakil Ketua Tim Penggerak PKK DIY GKBRAA Paku Alam (pegang gergaji) mempraktekkan pembuatan media tabam bibit cabai.

Pelatihan budidaya cabai ini diikuti ibu-ibu dari 5 komponen organisasi wanita DIY yang terdiri dari Tim Penggerak PKK, BKOW, Dharma Pertiwi, Dharma Wanita dan Bhayangkari DIY. Selain mendapat pelatihan berupa teori, mereka juga mendapatkan pelatihan dengan cara praktek secara langsung.

Materi yang diberikan mulai dari proses pembibitan tanaman, pemeliharaan tanaman, pengendalian hama dan penyakit, hinggga pengilahan cabai pasca panen.

Menurut Peneliti BPTP DIY, Dr Arlyna Budi Pustika, sebagai pemberi materi pelatihan, hingga saat ini BPTP DIY telah mendistribusikan sebanyak 93.600 bibit cabai. Rinciannya, sebanyak 70.100 bibit ke PKK Kabupaten Sleman. 10.000 bibit ke PKK Kabupaten Gunungkidul, 11.500 bibit ke PKK Kabupaten Bantul. 6000 bibit ke PKK Kabupaten Kulonprogo. 20.000 bibit ke Aisyiah dan 15.000 bibit ke IWAPI DIY.

“Rencananya April-Mei ini, BPTP Balitbangtan DIY juga akan kembali mendistribusikan bibit cabai. Antara lain 50.000 bibit didistribusikan ke PKK Gunungkidul, 42.000 bibit ke PKK bibit Bantul dan Kulonprogo, 22.000 bibit ke Dharma Wanita, serta masing-masing 25.000 bibit ke Muslimat NU, Dharma Pertiwi, Bayangkari dan KPPI,” ujarnya.

Menurut Arlyna pelatihan budidaya ini dilakukan untuk memberikan ilmu dan pengetahuan pada ibu-ibu PKK agar bisa memaksimalkan bantuan bibit cabai yang diberikan. Pasalnya selama ini masih banyak ibu-ibu PKK penerima bantuan bibit, namun belum mengetahui cara perawatan tanaman cabai yang benar. Seperti misalnya takaran pemberian pupuk, hingga bagaimana mengatasi jika tanaman terserang penyakit.

“Melalui pelatihan inilah ibu-ibu bisa mengetahui cara-cara sederhana merawat atau memelihara tanaman cabai. Misalnya mengatasi hama penyakit dengan pestisida alami dari tembakau dan bawang putih,” ungkapnya.

Sementara itu Wakil Ketua Tim Penggerak PKK DIY GKBRAA Paku Alam, mengatakan adanya pelatihan budidaya cabai ini bermanfaat bagi ibu-ibu PKK DIY dalam kegiatan penanaman cabai di lingkungan rumah masing-masing. Adanya pelatihan ibu ini juga akan mendukung gerakan tanam cabai dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan dan lingkungan di DIY.

“Dengan gerakan tanam cabai serta pelatihan budidaya cabai ini, diharapkan ibu-ibu bisa memproduksi cabai sendiri di lingkungan pekarangan rumahnya masing-masing. Sehingga harga cabai dapat terkendali dan tidak mahal. Kita harapkan ke depan gerakan ini juga bisa berkembang tidak hanya untuk tanaman cabai saja, namun juga untuk tanaman lainnya seperti misalnya sayuran hidroponik,” katanya.

Peneliti BPTP DIY, Dr Arlyna Budi Pustika,

Jurnalis: Jatmika H Kusmargana/Redaktur: Irvan Sjafari/Foto: Jatmika H Kusmargana

Komentar