Guru Honorer di Lampung, Buka TPA di Ruang Tamu

52

SABTU, 8 APRIL 2017

LAMPUNG — Berjualan sayur dari pulau ke pulau selama hampir beberapa tahun dengan menggunakan perahu, pernah dilakoni oleh Khalimatus Saadah (35), untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Namun, seiring dengan waktu, ia tergerak untuk menjadi guru.

Halimah saat mengajar anak-anak didiknya.

Halimah, sapaannya, mulai mengajar di Kelas 2 SDN 1 Sumur, Kecamatan Ketapang, di pesisir Pantai Timur Lampung. Meski hanya sebagai tenaga honorer dengan gaji Rp300 ribu yang diterimanya setiap triwulan, istri seorang nelayan bernama Aliyun (33), itu tak pernah patah semangat. Setiap hari, Halimah mengajar di Kelas 2, di luar aktivitasnya sebagai ibu rumah tangga.

Bahkan, kecintaan akan dunia membaca, menggerakkan Halimah untuk membuat Taman Pengajian Alquran (TPA) atau sekolah mengaji bagi anak-anak usia usia dini (PAUD), Taman Kanak-Kanak dan Sekolah Dasar, di ruang tamu rumahnya. “Pelajaran mengaji saya berikan setiap sore untuk memberi pelajaran tambahan bagi anak-anak di kampung saya. Selain itu buku-buku bacaan umum juga saya sediakan dengan menggunakan rak buku, agar anak-anak bisa meminjam buku,” ungkap Haimah, saat ditemui di tengah kesibukannya mengajar puluhan siswa untuk belajar mengaji, Sabtu (8/4/2017).

Memiliki dua orang anak yang salah satunya duduk di Kelas 3 SD dan satunya lagi usia PAUD, membuat kecintaannya pada dunia mengajar terus ditekuninya. Tak kurang dari 40 anak setiap sore datang ke rumahnya untuk belajar mengaji, dan pada setiap akhir pekan, jumlah anak yang belajar mengaji bisa mencapai 60 anak.

Anak-anak itu sebagian merupakan anak-anak para nelayan di Dusun Sumur Induk, Desa Sumur. Halimah pun juga memberinya fasilitas tambahan berupa buku-buku bacaan berkualitas, yang bisa dipinjam dan dibawa pulang, meski jumlahnya masih minim.

Prihatin dengan minimnya jumlah buku bacaan, relawan Perahu Pustaka Bergerak Lampung Selatan, di antaranya Radmiadi dan Ardyanto, mengunjungi Taman Pengajian Al-quran di Pantai Sumur Induk dan memberinya bantuan ratusan buku. “Kita berikan tambahan buku-buku bacaan, agar koleksi buku bacaan di TPA lebih beragam dan banyak jenisnya,” terang Radmiadi.

Sebelumnya, Pustaka Bergerak juga prnah memberi tambahan buku kepada TPA Halimah berupa buku iqro, cerita bergambar dan Alquran. Selain itu, kepada anak-anak didik Halimah, Perahu Pustaka juga memberi bantuan alat tulis berupa pulpen. Bantuan tersebut diharapkan bisa memberi semangat guru honorer yang sehari-hari juga mengajar di TPA sebagai guru mengaji di Desa pesisir Timur Lampung, tersebut.

Jurnalis: Henk Widi/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Henk Widi

Komentar