Guru SDN Kekiling, Ajarkan Siswa Manfaatkan Barang Bekas

72

SABTU, 8 APRIL 2017

LAMPUNG — Sekolah Dasar Negeri Kekiling, Kecamatan Penengahan, yang dekat dengan pasar tradisional Belambangan, membuat para siswa sekolah tersebut akrab dengan barang bekas, seperti plastik, botol bekas, kardus dan lainnya. Hal demikian dimanfaatkan oleh sang guru untuk mengajarkan kreativitas pada anak, dengan menggunakan barang-barang bekas tersebut.

Sejumlah siswa SDN Kekiling membuat kerajinan berbahan bekas

Memanfaatkan barang-barang bekas yang sering dijumpai oleh siswa didiknya, Guru Kelas VI SDN Kekiling, Heribertus Dedi  Setiawan, mengajarkan kepada para siswanya untuk memanfaatkannya sebagai bahan kerajinan tangan yang bernilai seni. Guru yang akrab disapa Dedi tersebut menugaskan para siswanya untuk membuat kerajinan tangan, seperti miniatur rumah adat Lampung, hotel, dan sebagainya.

Dedi membagi 28 siswanya ke dalam 14 kelompok, dan memberinya waktu sekitar tiga hari untuk mengumpulkan barang bekas, yang sebagian diambil dari beberapa toko di Pasar Belambangan, di antaranya kardus bekas, sisa bungkus makanan ringan serta ditambah kertas warna dan juga aksesoris tambahan untuk mempercantik tampilan miniatur rumah.

Dengan alat sederhana berupa gunting, lem, selotip dan juga bahan tambahan lain, siswa diberi kesempatan untuk membuat rumah sesuai imajinasinya. “Konsep awalnya, kita membuat sebuah kampung yang ada di dekat siswa tinggal. Ada rumah adat khas daerah Lampung, rumah tinggal, hotel serta rumah-rumah fungsional lain yang mereka lihat dan dibuat langsung di kelas,” ungkapnya, saat ditemui Cendana News, Sabtu (8/4/2017).

Menurut Dedi, ide memanfaatkan bahan bekas tersebut karena siswa tinggal di dekat lingkungan pasar. Adanya kreativitas yang diajarkan di sekolah, bisa mengasah kemampuan siswa untuk berkreasi. Ke depan, Dedi berencana juga akan mengajarkan siswanya membuat kerajinan tangan fungsional berbahan kardus, seperti celengan, pigura, lampu gantung, dan sebagainya, sehingga bukan hanya sekedar hiasan.

Konsep atau ide membuat kerajinan berbahan barang bekas tersebut, sekaligus mengajarkan siswa untuk menerapkan pengelolaan sampah yang dikenal dengan teknik 3R (Reuse, Reduce dan Recycle). Reuse yang bermakna menggunakan kembali sampah yang masih dapat digunakan untuk fungsi yang sama atau fungsi lainnya, Reduce berarti mengurangi segala sesuatu yang mengakibatkan sampah dan Recycle berarti mengolah kembali (daur ulang) sampah menjadi barang atau produk baru yang bermanfaat.

“Konsep sederhana yang saya ajarkan ke siswa memanfaatkan barang bekas, mengajari kreativitas dan siswa bisa mengerjakannya di rumah bersama teman-temannya sebagai kegiatan positif, kerajinan yang bagus bahkan bisa bernilai ekonomis,” ungkap Dedi.

Heribertus Dedi  Setiawan, menujukkan salah satu karya siswanya.

Sebanyak 14 jenis minatur rumah berhasil dibuat oleh para siswa, di antaranya rumah tinggal minimalis, rumah tinggal adat Lampung, hotel serta fasilitas lain dalam sebuah perumahan. Dedi sebagai guru kelas memberi penilaian dari rentang 70-90 untuk setiap kelompok berdasarkan kerajinan, keindahan, dan kekompakkan proses pengerjaan. Sebuah rumah miniatur berupa rumah panggung adat Lampung yang dibuat cukup rapi, diberinya nilai 90.

Salah satu siswa, Andi, mengungkapkan, selain melatih kekompakkan, membuat kerajinan miniatur rumah membuatnya menyukai membuat miniatur. Ia bahkan berencana akan membuat minaitur serupa di rumah dengan adiknya, menggunakan bahan kardus bekas dan akan membuat miniatur lain, seperti mobil, becak serta bangunan lain yang menarik.

Jurnalis: Henk Widi/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Henk Widi

Komentar