Hujan Seharian, Puluhan Rumah di Kewapante Sikka Terendam Banjir

0
16

MINGGU, 2 APRIL 2017

MAUMERE — Hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Sikka, sejak malam hari, Sabtu (1/4/2017), sekitar pukul 23.00 WITA hingga saat ini mengakibatkan sebuah turap pengaman di Napun Seda, Desa Waiara, Kecamatan Kewapante, jebol dan air meluap menggenangi rumah warga.

Rumah warga yang terendam banjir akibat jebolnya turap Napun Seda.

Kepala Bagian Humas Pemerintah Daerah Sikka, Germanus Goleng, yang turun ke lokasi mendampingi Wakil Bupati Sikka, Drs. Paolus Nong Susar, dan anggota DPRD Sikka, Florensia Klowe, serta Camat Kewapante Alfonsus Naga Minggu (2/4/2017), siang, mengatakan air yang menggenangi rumah warga akibat dari jebolnya turap pengaman Napun Seda yang berada di Kali Mati. “Curah hujan yang tinggi sejak semalam membuat air mengalir deras dan merusak turap pengaman, sehingga air masuk ke rumah warga yang berada di sekitar Kali Mati,” ungkapnya.

Dikatakan Germanus, rumah yang terendam air dengan ketinggian sekitar 50 centi meter berada di Dusun Waiara, Desa Waiara, sebanyak 30 rumah serta di Dusun Namang Jawa, RT 06, RW 03, Desa Waiara, yang semuanya terendam air.

Kepala BPBD Kabupaten Sikka, Muhamad Daeng Bakir, kepada Cendana News, mengaku pihaknya sedang menerjunkan personel bersama dengan Tagana untuk mengevakuasi warga yang rumahnya terendam banjir. Untuk barang-barang perlengkapan rumah tangga sementara ini hanya yang bisa diselamatkan saja. Hujan masih terus berlangsung, sehingga debit air semakin meninggi dan petugas pun merasa kewalahan. “Kami akan mengevakuasi warga terlebih dahulu, khususnya kepada bayi, anak-anak serta para perempuan ke tempat yang aman untuk sementara dan di lokasi juga ada personel keamanan yang menjaga, sehingga rumah warga tetap aman,” terangnya.

Wakil Bupati Sikka, Drs.Paolus Nong Susar (baju merah) bersama anggota DPRD Sikka, Florensia Klowe dan Camat Kewapante, Alfonsus Naga, meninjau lokasi banjir.

Bakir juga mengatakan, bila cuaca sudah membaik, petugas BPBD Sikka baru akan turun melakukan pendataan kerusakan yang terjadi untuk dilaporkan kepada Bupati Sikka untuk ditindaklanjuti. “Kami akan melihat dulu kondisi satu dua hari ke depan, bila cuaca mendukung dan debit air menurun baru petugas kami akan turun melakukan pendataan kerusakan yang timbul,” pungkasnya.

Jurnalis: Ebed De Rosary/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Ebed De Rosary

Komentar