Jadikan Pancasila Landasan Etika Berbangsa dan Bernegara

37

RABU, 5 APRIL 2017

JAKARTA—Ketua MPR RI Zulkifli Hasan Memaparkan Bahwa TAP MPR Nomor VI Tahun 2001 tentang etika berbangsa dan Bernegara tersebut, harus berpedoman pada rumusan yang bersumber dari ajaran agama dan nilai nilai luhur budaya bangsa yang tercermin dalam Pancasila dan UUD 1945.

Suasana pra “Konefrensi Etika Nasional”.

Hal tersebut dikatakan Zul, saat menghadiri acara pra “Konferensi Etika Nasional”, di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Rabu (5/4/2017).

Menurut Zul, Pancasila harus dijadikan etika berbangsa, karena landasan Pancasila sudah tertuang dalam TAP MPR Nomor VI Tahun 2001. Sebab apa yang tercantum dalam TAP MPR tersebut banyak etika yang harus diterapkan di dalamnya. Yakni etika sosial budaya yang dianjurkan untuk saling peduli, saling memahami, saling mencintai sesama manusia dan warga Bangsa, sejalan dengan itu perlu ditekankan lagi budaya malu.

Selain itu, Zul menyarankan agar etika politik dilakukan guna untuk pemerintah yang bersih, efesiensi, serta mewujudkan suasana politik yang demokratis, keterbukaan, rasa tanggungjawab, tanggap aspirasi rakyat. Etika politik juga menghargai perbedaan, jujur dalam persaingan.

“Jadi, saya lihat etika politik makin jauh dengan apa yang terjadi sekarang ini,” imbuhnya.

TAP MPR, Jelas Zul, juga terdapat etika ekonomi dan bisnis, yang dimaksudkan agar prinsip dan perilaku ekonomi baik oleh perseorangan, institusi, maupun pengambil keputusan dalam bidang ekonomi dapat melahirkan kondisi dan realitas ekonomi yang bercirikan persaingan yang jujur berkeadilan serta mendorong berkembangnya etos kerja ekonomi dan kemampuan daya saing.

Sehingga, kata dia, bisa terciptanya suasana kondusif yang berpihak pada rakyat kecil, melalui kebijakan secara kesinambungan.

“Kemarin ada Sudara kita dari Rembang, Jawa tengah cor kakinya dengan semen, saya kira itu terjadi hampir dari daerah daerah yang terkena dampak pertambangan, nah itu etikanya ada dimana,” papar Zul.

Jadi, Bebernya, Sudah saatnya indonesia menumbuhkan kesadaran bahwa tertib sosial ketenangan dan Keteraturan hidup bersama agar dapat diwujudkan dan seluruh hukum dan peraturan berpihak pada keadilan.

“Semoga Konferensi Nasional Etika Berbangsa dan bernegara ini akan bernilai tinggi dan bisa sumbangsih yang besar oleh kepentingan bangsa ,” tutupnya.

Jurnalis: Adista Pattisahusiwa/Redaktur: Irvan Sjafari/Foto: Adista Pattisahusiwa

Komentar