Jelang Piodalan Pura Dalem Setia Dharma, Lamsel

0
15

SABTU, 8 APRIL 2017

LAMPUNG — Ratusan umat Hindu di Dusun Setia Dharma, Desa Sumur, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan, mulai melakukan berbagai persiapan jelang upacara piodalan atau pujawali, Sabtu (8/4/2017).

Sejumlah umat Hindu tengah menyiapkan sesaji piodalan

Menurut Pemangku Pura Dalem Setia Dharma, Desa Sumur, Kecamatan Ketapang, Ida Bagus (56) dan wakilnya, Mudianto (55) piodalan di Pura atau dikenal merajan merupakan perayaan yang dilaksanakan oleh para pemangku pura, dan biasanya dilakukan setiap 6 bulan sekali berdasarkan pawukon atau wuku serta dilakukan setiap 1 tahun sekali berdasarkan Sasih. Khusus di Pura Dalem Setia Dharma, Ida Bagus menyebut berdekatan dengan setelah perayaan Galungan, sehingga umat terlihat mulai disibukkan kembali dengan aktivitas di Pura Dalem.

Umat Hindu, dari sebanyak 80 Kepala Keluarga, dan para orangtua, laki-laki dan perempuan, serta anak-anak ikut membantu persiapan perayaan piodalan tersebut. Meski persiapan piodalan dilakukan sejak Sabtu (8/4/2017), hari ini, dengan menyiapkan sesaji, tempat sesaji dan juga pembersihan Pura, namun puncak piodalan Pura Dalem akan berlangsung nanti, pada Selasa (11/4/2017).

Sejak pagi, umat Hindu mulai datang berduyun-duyun membawa tenggok (wadah dari bambu) berisi berbagai jenis hasil bumi, di antaranya padi, kelapa, tebu, janur, pisang dan buah buahan hasil kebun, sekaligus tempat sesaji yang sudah disiapkan secara khusus dari rumah. Sementara, beberapa sesaji yang belum dibuat dari janur dan daun pisang akan dikerjakan bersama-sama secara bergotong-royong oleh sebagian besar wanita dan kaum laki-laki.

“Kebersamaan dalam persiapan piodalan ini terlihat dengan proses pengerjaan pembuatan tempat sesaji dilakukan secara bersama oleh kaum laki-laki dan perempuan, termasuk pembersihan alat-alat sembahyang dan pembersihan area Pura Dalem,” terang Ida Bagus, Sabtu (8/4/2017).

Menurut Ida Bagus, serangkaian upacara piodalan diikuti oleh umat atau oleh orang Bali yang tinggal di Lampung, yang dikenal dengan pemedek, penyungsung dan pengemong yang berkewajiban menjalankan perintah-Nya, dan Pura sebagai tempat suci bagi umat Hindu melalui persembahyangan atau persembahan, khususnya untuk ulang tahun Pura Dalem Setia Dharma.

Ida Bagus

Pura Setia Dharma kali ini akan berulang tahun untuk yang kelima. Perayaannya akan menjadi ungkapan syukur oleh umat Hindu yang ada di wilayah tersebut. Setelah persiapan selama hampir empat hari hingga puncaknya pada saat malam purnama, umat akan berkumpul di dalam Pura untuk melakukan persembahyangan.

Sementara itu, di bagian dalam Pura, beberapa tempat persembahan telah disiapkan, berikut 9 bendera menyimbolkan seluruh penjuru mata angin dengan dewa-dewa yang menaunginya. Pelaksanaan piodalan juga akan diawali dengan pesucian Ida Bhatara dengan cara pembersihan arca pratima sebagai simbol Hyang Widhi yang sakral disucikan terlebih dahulu. “Kalau hari ini sampai empat hari ke depan, kita lakukan persiapan matang dengan penyiapan sesaji dan tempat sembahyang semua umat melibatkan diri,” ungkap Ida Bagus.

Selain merayakan ulang tahun Pura, piodalan juga memiliki makna bentuk persembahan dari kesucian dan ketulus-ikhlasan dari umat dan dilakukan secara gotong-royong. Berbagai persembahan akan dihaturkan sebagai bentuk rasa syukur atas rejeki yang dinikmati dan melakukan sembahyang bersama.

Jurnalis: Henk Widi/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Henk Widi

Komentar