Kapolri Ingatkan Jajaran Polda Soal Rekrutmen Calon Anggota Polisi

46

SENIN, 03 APRIL 2017

PADANG — Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengingatkan kepada jajaran Polda (Kepolisian Daerah) di Indonesia untuk melakukan rekrutmen calon anggota polisi secara clear dan clean. Hal tersebut ditegaskan oleh Kapolri seiring adanya penangkapan sepuluh anggota Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) yang diduga menyalahgunakan jabatannya untuk mengutip pungutan liar (pungli) saat penerimaan calon anggota polisi tahun 2016.

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian

“Kita ingin melakukan rekrutmen secara clear dan clean. Karena dari hasil penelitian di Amerika Serikat, 70 persen kinerja itu ditentukan hasil dari rekrutmen. Jadi apa yang telah dilakukan oleh Tim Saber Pungli sudah tepat,” tegasnya di Padang, Senin (3/4/2017).

Menurutnya, jika rekrutmen sudah salah, psikologinya sudah tidak bagus, jasmani tidak bagus, mental tidak bagus, sehingga kinerjanya juga tidak bagus, hal itu akan menjadi beban organisasi. Untui Kapolri meminta kepada SDM, Kabid Propam, dan Irwasum benar-benar melakukan rekrutmen calon anggota polisi secara clean end clear.

“Saya mendapat informasi dari Kapolda Sumsel terkait dugaan pungli, jadi saya perintahkan tangkap saja. Dari penangkapan yang dilakukan Tim Saber Pungli itu ditemukan barang bukti sejumlah uang. Jadi saat ini kita siapkan kode etiknya, dan apabila terbukti maka perwira yang terlibat itu akan dipecat,” ucapnya.

Kapolri juga menyebutkan, untuk tahun 2017 ini ada sekira 18 ribu rekrutmen calon anggota polisi yang tersebar dari seluruh Tanah Air.

Sementara itu Kadiv Humas Polri, Irjen Boy Rafli Amar menambahkan, kasus yang menimpa Polda Sumsel menjadi peringatakan untuk jajaran polda di daerah lain. Jika masih main-main seperti dugaan pungli yang terjadi Sumsel, maka tidak ada ampun, akan ditangkap dan diberi sanksi.

Jurnalis: Muhammad Noli Hendra / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto: Muhammad Noli Hendra

Komentar