Kejar Kompetensi, BLC pun Layani Mahasiswa dan Umum

0
17

SENIN, 3 APRIL 2017
 
MALANG — Sejak 2016, Universitas Brawijaya (UB) telah memiliki lembaga Brawijaya Language Center (BLC) yang berfungsi memberikan pelatihan dan kursus bahasa asing kepada mahasiswa. Tak hanya itu, BLC juga memberikan layanan terjemahan bagi masyarakat yang membutuhkan terjemahan dokumen dan artikel bahasa Inggris atau bahasa asing lainnya.

Sugeng

Disebutkan, BLC memberikan kursus bahasa asing mulai dari bahasa Inggris, Perancis, Jerman, Mandarin dan bahasa Indonesia bagi orang asing untuk mahasiswa maupun pekerja seperti pemain bola luar negeri yang ingin belajar bahasa Indonesia.

“Khusus mahasiswa asing kami diberi tugas oleh Pak Rektor untuk memberikan pelatihan kepada para mahasiswa S1, S2 dan S3 di Brawijaya agar mereka bisa berbahasa Indonesia. Pelatihan tersebut diadakan selama satu semester dengan bobot 3 SKS,” jelas Direktur BLC, Sugeng, kepada Cendana News, Senin (3/4/2017).

Menurut Sugeng, pelatihan tersebut wajib hukumnya diikuti mahasiswa asing agar mereka bisa berbahasa Indonesia dan mampu menggunakan bahasa Indonesia untuk kebutuhan-kebutuhan akademik. Oleh sebab itu, BLC juga bekerjasama dengan asosiasi pengajar dan penggiat bahasa Indonesia untuk penutur asing  Afiliasi Pengajar dan Penggiat Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (APPBIPA) di tingkat provinsi Jawa Timur.

Lebih lanjut Sugeng menyampaikan, bahwa pihaknya juga dipercaya untuk melakukan tes toefl kepada calon wisudawan.

“Jadi mahasiswa UB yang akan wisuda harus mengikuti tes bahasa Inggris toefl di lembaga kami sebagai syarat untuk dapat ikut wisuda. Sejak berdiri pada April 2016 hingga sekarang, BLC sudah mengetes lebih dari 30 ribu wisudawan dan calon wisudawan Brawijaya,” ungkapnya.

Ia menambahkan, berdasarkan perhitungannya dari seluruh mahasiswa yang ikut tes pada 2016, skor toefl untuk mahasiswa UB rata-rata berada di angka 430. Itu adalah nilai rata-ratanya saja, walaupun juga ada sebagian mahasiswa yang nilainya di bawah itu. Tidak sedikit juga yang di atas nilai rata-rata tersebut. Oleh karena itu, Sugeng beranggapan bahwa hasil tersebut masih perlu ditingkatkan lagi dengan pelatihan-pelatihan di waktu senggang mahasiswa.

“Saat ini, banyak mahasiswa yang mengikuti kursus toefl karena sebagai syarat bagi mahasiswa yang ingin wisuda harus ikut tes toefl sehingga mereka malu kalau skornya rendah,” ucapnya.

Skor toefl tersebut, nantinya juga bisa digunakan mahasiswa untuk melamar pekerjaan atau untuk melanjutkan sekolah lagi. Karena ada beberapa perusahaan yang mensyaratkan nilai toefl sebagai salah satu syarat masuk di perusahaan.

Jurnalis: Agus Nurchaliq / Editor: Satmoko / Foto: Agus Nurchaliq

Komentar