Kendalikan Banjir, Camat Balikpapan Maksimalkan Kerja Bakti

62

KAMIS, 6 APRIL 2017
 
BALIKPAPAN — Dalam mengendalikan banjir di Kota Balikpapan, Kerja Bakti Massal dan peran CSR dimaksimalkan oleh Kecamatan Balikpapan Barat. Pasalnya, ada beberapa titik banjir yang berada di kawasan Balikpapan Barat, yakni 3 RT di Kelurahan Kariangau, 8 RT di Kelurahan Margomulyo, dan 2 RT di Baru Ilir.

Camat Balikpapan Barat, Suhardi.

Menurut Camat Balikpapan Barat, Suhardi, persoalan yang berkepanjangan ini terus dilakukan pengendalian dan solusinya. “Persoalannya kam daya tampung drainase yang kurang luas ketika curah hujan tinggi. Dengan kondisi itu kami selalu koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum,” jelasnya saat ditemui, Kamis (6/4/2017).

Untuk mengendalikan, lanjutnya, dengan mengoptimalkan kerja bakti massal yang melibatkan masyarakat sekitar. Kerja bakti massal telah dilakukan sejak pekan lalu dan pada 15 April mendatang kembali kerja bakti di pesisir pantai baru Balikpapan yang dimotori Forum Peduli Pesisir Balikpapan.

“Kita sudah giatkan kerja bakti massal dan terus dijadwalkan. Bersama masyarakat dan lainnya kita kerja bakti massal,” tandas Suhardi.

Selain itu, di kawasan Kariangau yang menjadi lokasi banjir pihaknya juga meminta perusahaan swasta sekitar untuk memperlancar tempat aliran air drainase.

“Ada 7 perusahaan melalui CSR sudah ditangani dengan membersihkan dan meluruskan drainase di kawasan itu,” sebutnya.

Suhardi menambahkan, pengerahan alat berat untuk pengerukan sedimen juga telah dilakukan, termasuk tambal sulam di Jalan Hasanuddin yang sempat rusak akibat banjir.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Balikpapan, Tara Alorante, mengatakan, UPTD masih menjadi kewenangan Dinas PU, namun akan ditambah dengan inovasi mendistribusikan ke tingkat kecamatan.

“Konsep pendistribusiannya pada pemeliharaan, saluran kecil seperti parit akan diurus kecamatan. Kalau Dinas PU khusus pemeliharaan saluran primer, bozem dan daerah aliran sungai,” tuturnya.

Tara menambahkan, usulannya per kecamatan akan ada 1 dam truk sebagai alat bantu untuk pengerukan sedimen di parit.

Jurnalis: Ferry Cahyanti / Editor: Satmoko / Foto:  Ferry Cahyanti

Komentar