Kota Malang, Gelar Fashion on the Street

49

MINGGU, 9 APRIL 2017

MALANG — Sebanyak 104 model cilik hingga dewasa dari Malang Raya dan beberapa daerah lain di Jawa Timur, mengikuti lomba ‘Fashion on the Street’ di depan Balai Kota Malang, Minggu (9/4/2017). Acara yang sudah dua kali diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (DIsbudpar) Kota Malang ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan hari jadi ke-103 Kota Malang.

Fashion on the Street di Kota Malang

Kepala Disbudpar, Ida Ayu Made Wahyuni, menjelaskan tujuan diadakannya  kegiatan Fashion on the Street adalah untuk memberikan wadah kepada generasi muda di dunia fashion. Karena, di Malang sejak 1980-90-an sudah menjadi barometer fashion, sehingga pergerakan fashion di Kota Malang dari tahun ke tahun semakin meningkat. Karenanya, pihaknya mencoba untuk terus mengakomodir potensi fashion yang ada.

Menurut Ida, saat ini sudah mulai banyak bermunculan agency-agency fashion. Mereka juga sering melaksanakan kegiatan-kegiatan fashion, sehingga Pemerintah juga harus mendukung mereka. Setidaknya saat ini jumlah agency fashion atau model di Kota Malang ada 16 agency. “Kemudian, khusus dalam rangka memperingati hari jadi Kota Malang ini kami dari Disbudpar  spesial mempersembahkan acara Fashion on the street kepada masyarakat Kota Malang,” jelasnya, kepada Cendana News.

Lebih lanjut, Ida mengatakan, dengan mengusung tema Etnik Nasional, Fashion on the Street diikuti oleh 104 peserta dan dibagi menjadi dua kategori, yakni kategori anak-anak putra dan putri usia 7-13 tahun, serta kategori dewasa putra dan putri usia 14-25 tahun. Nantinya, masing-masing pemenang berjumlah 12 orang dengan jumlah total hadiah sebesar Rp22,6 juta ditambah trophy dan sertifikat Walikota Malang. Selain dari Malang Raya, peserta  juga ada yang berasal dari Surabaya, Jember, Banyuwangi, Sumenep, Blitar, Probolinggo, Kediri,Tulungagung dan Bali. “Harapannya, acara Fashion on the Street ini bisa terus diadakan setiap tahun, sehingga potensi-potensi fashion bisa terus tumbuh sehingga Malang bisa menjadi kiblat fashion nasional,” harapnya.

Ida Ayu Made Wahyuni

Walikota Kota Malang, Mochammad Anton, menyampaikan, acara Fashion on the Street merupakan terobosan baru di bidang fashion. Karena, fashion show biasanya hanya ditampilkan di atas catwalk dan hanya bisa dinikmati oleh beberapa kalangan tertentu. “Namun, saat ini melalui Fashion on the Street, dunia fashion lebih memasyarakat dan dapat dinikmati oleh semua kalangan,” ucapnya.

Sementara itu, di sela-sela lomba fashion show tersebut juga ditampilkan rancangan baju berbahan dasar daur ulang kertas dan koran karya siswa siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 3 Malang. Juga ada penampilan fashion show dari  mahasiswa asing yang sedang belajar di Kota Malang. Mereka mengenakan pakaian khas dari negaranya masing-masing, di antaranya pakaian khas dari Jepang, Cina, Myanmar dan Malaysia.

Jurnalis: Agus Nurchaliq/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Agus Nurchaliq

Komentar