KPK Bantah Pernyataan Saksi Miryam dalam Persidangan e-KTP

0
18

SELASA, 4 APRIL 2017

JAKARTA — Miryam S. Haryani, mantan Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia diduga telah memberikan keterangan palsu saat bersaksi dalam persidangan terkait kasus perkara e-KTP.

Febri Diansyah, Juru Bicara KPK

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah menyebutkan, pihaknya menduga bahwa selama ini Miryam telah memberikan keterangan palsu alias berbohong selama bersaksi dalam persidangan. Ia membantah pernyataan dari Miryam yang menyatakan KPK menggunakan cara-cara yang tidak benar selama melakukan penyelidikan terhadap saksi maupun terdakwa.

“KPK sedang mendalami keterangan dan pengakuan saksi Miryam S. Haryani saat dirinya bersaksi dan memberikan keterangan dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, di antaranya terkait dugaan memberikan keterangan palsu dan berbohong, Miryam mengaku tertekan saat menjalani pemeriksaan dan dimintai keterangannya sebagai saksi oleh Penyidik KPK,” kata Febri Diansyah di Jakarta, Selasa (4/4/2017).

Miryam S. Haryani sebenarnya merupakan salah satu saksi kunci atau saksi penting yang dihadirkan dalam persidangan lanjutan kasus perkara proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Nasional di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta.

Sebelumnya diberitakan, saat bersaksi di persidangan, Miryam mengaku mendapatkan tekanan dari penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada saat menjalani pemeriksaan di Gedung KPK Jakarta. Hal tersebut rupanya membuat dirinya tidak merasa nyaman setiap menghadiri agenda pemeriksaan.

Bahkan Miryam S. Haryani sempat mengajukan permohonan kepada Ketua Majelis Hakim yang memimpin persidangan untuk mencabut Berkas Acara Pemeriksaan (BAP) terhadap dirinya. Hal tersebut pernah disampaikan secara langsung oleh Miryam saat dirinya bersaksi dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Jurnalis : Eko Sulestyono / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Eko Sulestyono

Komentar