KPK Geledah Sejumlah Tempat Terkait Kasus Suap PT PAL

98

RABU, 5 APRIL 2017

JAKARTA — Petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melakukan penggeledahan di sejumlah tempat atau lokasi terkait dengan kasus perkara dugaan suap pembuatan kapal perang di PT. PAL. Hingga hari ini, KPK setidaknya sudah melakukan penggeledahan di 10 lokasi yang tersebar masing-masing di Jakarta dan di Surabaya.

Febri Diansyah, Juru Bicara KPK di Gedung KPK Jakarta.

Sebelumnya diberitakan, petugas KPK beberapa hari lalu sempat menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap beberapa petinggi PT. PAL. Dalam OTT tersebut, KPK sempat mengamankan beberapa petinggi PT. PAL, termasuk Direktur Utama PT. PAL dan beberapa Direktur PT. PAL lainnya.

Beberapa lokasi yang sebelumnya sempat digeledah KPK, di antaranya di Kota Surabaya, kemudian di sekitar wilayah ibu kota Jakarta dan yang terakhir di daerah Depok, Jawa Barat. Penggeledahan dilaksanakan sekitar pukul 09:00 WIB hingga pukul 12:30 WIB. Petugas KPK berhasil mengamankan dan menyita beberapa dokumen terkait dengan suap PT. PAL.

Petugas KPK juga dilaporkan sempat menggeledah sebuah rumah di Depok yang diduga milik Agus Nugroho, seorang tersangka perantara suap dari perusahaan Ashanti Sales Incorporation. Sebuah perusahaan yang bermarkas di Raffles Hills, di daerah Tapos, Bogor, Jawa Barat.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, mengatakan, bahwa penggeledahan di sejumlah tempat di Jakarta, Surabaya dan Depok dilakukan sejak 1 hingga 4 April 2017. Termasuk di antaranya beberapa rumah milik pejabat PT. PAL. Salah satunya adalah rumah Direktur Utama PT. PAL dan Direktur PT. PAL lainnya yang sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka dan sudah ditahan oleh penyidik KPK.

“Petugas KPK telah melakukan penggeledahan di 10 lokasi yang berbeda, antara lain tersebar di Surabaya, Jakarta dan juga Depok, Jawa Barat. Penggeledahan tersebut dilakukan petugas KPK untuk mencari barang bukti atau dokumen-dokumen penting lainnya terkait  kasus suap proyek pengadaan 2 kapal perang milik Pemerintah Filipina yang dibuat oleh PT. PAL. Sebelumnya, penyidik KPK menetapkan 4 orang tersangka dan menyita uang tunai senilai 25 ribu dolar Amerika (USD),” tutur Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, di Gedung KPK Jakarta, Rabu (5/4/2017).

Jurnalis: Eko Sulestyono / Editor: Satmoko / Foto: Eko Sulestyono

Komentar