KPK Hargai Pengakuan Jafar Hatsah Terkait Dugaan Penerimaan Uang

0
16

SELASA, 4 APRIL 2017

JAKARTA — Dalam persidangan kasus perkara e-KTP yang digelar di Gedung Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, saksi Jafar Hafsah sempat mengaku menerima sejumlah uang. Jafar Hafsah sendiri merupakan mantan Ketua Fraksi Partai Demokrat di Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah

Saat bersaksi dalam persidangan lanjutan perkara e-KTP yang digelar di Gedung Pengadilan Tipikor Jakarta kemarin, Senin (3/4/2017), Jafar Hafsah mengaku pernah menerima uang sebesar 987 juta Rupiah, namun Jafar Hafsah mengaku tidak tahu bahwa uang tersebut berasal dari “bagi-bagi uang” proyek e-KTP.

Dalam kesaksiannya di depan Ketua Mejelis Hakim yang memimpin jalannya persidangan, Jafar Hafsah mengaku telah menerima sejumlah uang dari Muhammad Nazarudin, yang tak lain adalah Bendahara Umum (Bendum) Partai Demokrat. Belakangan diketahui bahwa uang tersebut ternyata berasal dari proyek e-KTP.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sangat mengapresiasi terkait dengan pengakuan Jafar Hafsah yang sebelumnya mengaku pernah menerima uang ratusan juta Rupiah yang diduga berasal dari aliran dana proyek e-KTP. Jafar Hafsah disebut-sebut salah satu orang yang telah mengembalikan uang tersebut kepada negara melalui KPK.

KPK berharap bahwa saksi-saksi lainnya yang akan dihadirkan dalam persidangan e-KTP selanjutnya akan dapat mengikuti jejak Jafar Hafsah. KPK menilai bahwa Jafar Hafsah sebagai salah satu saksi yang kooperatif dan mengakui bahwa dirinya telah menerima uang saat dihadirkan dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta.

“KPK tentu saja mengapresiasi dan menghargai pengakuan atau kejujuran yang disampaikan Jafar Hafsah saat dirinya bersaksi dalam persidangan e-KTP, yang bersangkutan sebelumnya adalah Anggota DPR RI tersebut mengaku telah menerima uang ratusan juta Rupiah yang berasal dari Muhammad Nazarudin, Jafar Hafsah termasuk salah satu diantara 14 orang yang mengembalikan dari proyek e-KTP,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Selasa (4/4/2017).

Jurnalis : Eko Sulestyono / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Eko Sulestyono

Komentar