KPK Tetapkan Miryam S. Haryani sebagai Tersangka Kasus Saksi Palsu

72

RABU, 5 APRIL 2017

JAKARTA — Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara resmi telah menetapkan Miryam S. Haryani sebagai tersangka. Miryam S. Haryani sebelumnya diketahui merupakan Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia dari Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura).

Febri Diansyah, Juru Bicara KPK.

“Penyidik KPK telah menetapkan MSH atau Miryam S. Haryani sebagai tersangka dalam kasus perkara proyek e-KTP, yang bersangkutan disangkakan melanggar Pasal 22 juncto Pasal 35 Undang-undang (UU) Tindak Pidana Pemberantasan Korupsi. MSH diduga memberikan keterangan yang tidak benar atau saksi palsu dalam persidangan e-KTP di Pengadilan Tipikor Jakarta,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, di Jakarta, Rabu (5/4/2017).

Febri Diansyah menjelaskan, bahwa  Miryam S. Haryani selama ini diduga telah memberikan keterangan yang tidak benar atau memberikan keterangan palsu saat dirinya bersaksi dalam persidangan. Miryam S. Haryani sebelumnya sempat bersaksi dalam persidangan kasus perkara proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk Nasional yang berbasis elektronik atau yang dikenal dengan sebutan e-KTP tersebut.

Namun pada saat dirinya dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Miryam S. Haryani sempat mengaku bahwa dirinya mendapatkan semacam tekanan atau merasa tertekan pada saat dipanggil dan dimintai keterangan oleh pihak penyidik KPK sebagai saksi kasus perkara e-KTP di Gedung KPK Jakarta.

Dengan alasan itulah kemudian Miryam S. Haryani menyampaikan permohonan atau memohon izin kepada Ketua Majelis Hakim yang memimpin jalannya persidangan untuk mencabut berkas Berita Acara Pemeriksaan (BAP) terhadap dirinya. Tentu saja pengakuan dan kesaksian Miryam S. Haryani dalam persidangan e-KTP yang merasa tertekan tersebut langsung mendapatkan reaksi keras dari pihak KPK.

Menanggapi pengakuan sepihak dari saksi Miryam S. Haryani, maka pihak  KPK kemudian sempat mengirimkan beberapa perwakilan penyidik KPK  untuk bersaksi dalam persidangan guna membantah dan membuktikan bahwa semua kesaksian yang disampaikan Miryam S. Haryani sama sekali tidak benar atau bohong.

Berdasarkan hasil rekaman video pemeriksaan penyidik KPK terhadap Miryam S. Haryani yang sempat diputar dalam persidangan, memang benar tidak pernah ada semacam  tekanan maupun ancaman apa pun dari penyidik KPK saat melakukan pemeriksaan dan meminta keterangan Miryam S. Haryani sebagai saksi dalam kasus perkara e-KTP di Gedung KPK Jakarta.

Jurnalis: Eko Sulestyono / Editor: Satmoko / Foto: Eko Sulestyono

Komentar