KSKP Bakauheni, Amankan Ratusan Lembar Kulit Ular

164

KAMIS, 6 APRIL 2017

LAMPUNG — Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni, Polres Lampung Selatan, berhasil mengamankan 3 koli atau karung berisi sekitar 700 lembar kulit ular berbagai jenis termasuk sebanyak 50 kilogram daging ular yang dibawa menggunakan kendaraan jenis travel asal Pringsewu tujuan Bakauheni.

Ratusan kulit ular yang diamankan

Kepala Unit Intelkam Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni, Inspektur Dua Pur Urip mendampingi Kepala KSKP Bakauheni, Ajun Komisaris Polisi Enrico D. Sidauruk, mengungkapkan, pengamanan kulit ular tersebut dilakukan di Pintu Masuk Pelabuhan Bakauheni dalam pemeriksaan rutin.

Pur menyebut, kulit ular tersebut diamankan oleh KSKP Bakauheni bersama pihak Balai Karantina Pertanian Kelas I Lampung Wilayah Kerja Pelabuhan Bakauheni, saat dilakukan pemeriksaan terhadap kendaraan travel. Saat diperiksa ditemukan dua kardus dan satu karung yang dibawa oleh Choky Ansa Pratama (30), asal Samarinda, Kalimantan Timur, yang mengaku akan membawa kulit ular tersebut untuk digunakan sebagai barang kerajinan berupa dompet, tas dan ikat pinggang.

“Saat kita lakukan pemeriksaan, ternyata kulit ular tersebut tidak disertai dokumen karantina dan juga BKSDA, sehingga harus kita amankan dan langsung dikoordinasikan dengan instansi terkait,” ungkap Pur, saat dikonfirmasi Cendana News, Kamis (6/4/2017)

Menurut Pur, pengamanan kulit ular tanpa dokumen itu melanggar Undang-Undang Nomor 16 tahun 1992, tentang karantina hewan, ikan dan tumbuhan. Selain itu, juga melanggar Undang-Undang nomor 5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya, dan PP nomor 8 1999 tentang pemanfaatan jenis tumbuhan dan satwa liar.

Penjaga Pos Pengawasan Lalu-lintas Satwa Liar BKSDA Bengkulu, Seksi Wilayah 3 Lampung, Sohirul menambahkan, setelah proses pemeriksaan, ratusan lembar kulit ular dan puluhan kilogram ular basah tersebut, akan dimusnahkan. Sebab, selain sebagian sudah berbau dan busuk, kulit ular tersebut sengaja dimusnahkan agar tidak menimbulkan penyakit.

Kanit Intelkam KSKP Bakauheni, Ipda Pur Urip saat ungkap kasus pengamanan ratusan lembar kulit ular tanpa dokumen.

Sebelumnya, pada Maret 2017, KSKP Bakauheni juga berhasil mengamankan 150 lembar kulit ular di Rantau Prapat Sumatera Utara. Ratusan lembar kulit ular tanpa dokumen tersebut saat ini masih diamankan oleh pihak BKSDA Bengkulu Seksi wilayah Lampung untuk proses pemusnahan.

Jurnalis: Henk Widi/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Henk Widi

Komentar