Kualitas Kurang, Harga Jagung di Lombok, Turun

198

SABTU, 8 APRIL 2017

LOMBOK — Musim hujan yang terus melanda Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, mengakibatkan hasil panen jagung sebagian petani jagung di Lombok, khususnya bagian selatan, mengalami penurunan kualitas.

Surti, petani jagung Desa Banyu Urip Lombok nampak hendak menjemput jagung yang baru saja dipanen di ladang miliknya

“Hasil panen jagung musim tanam tahun ini kurang memuaskan, baik yang ditanam di sawah maupun perbukitan,” kata Surti, petani dan pengepul jagung di Desa Banyu Urip, Kabupaten Lombok Tengah, Sabtu (8/4/2017).

Selain hasil panen sedikit, dengan kualitas tonggol kecil, biji jagung juga banyak yang rusak dan hitam, akibat terus diterpa hujan secara terus-menerus.

Supar, petani jagung lain mengatakan, akibat kerusakan tersebut, hanya sebagian kecil yang bisa diambil dan dijual ke pengepul, sementara biji jagung yang kecil dan kehitaman, hanya bisa dikumpulkan untuk dijadikan makanan ayam atau itik peliharaan.

“Sekarang ini harga jagung perkilogram hanya 1.800 rupiah, jauh dari harga biasanya yang berkisaran antara 2.000 hingga 2.500 rupiah per kilogram, bahkan kadang bisa sampai 3.000 rupiah,” jelasnya.

Supar pun berharap, agar pada musim tanam musim tanam sekarang, pertumbuhan jagung akan bagus, sehingga kualitas tonggol maupun biji jagung lebih besar, dengan harga yang lebih mahal dari sekarang.

Jurnalis: Turmuzi/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Turmuzi

Komentar