Lampu Jalan tak Berfungsi, Translok Ojang, Gulita

65

MINGGU, 9 APRIL 2017

MAUMERE — Ratusan lampu jalan yang digerakkan dengan tenaga matahari di sepanjang jalan di lokasi Translok Ojang, Desa Ojang, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, yang dibangun Kementerian Tenaga kerja dan Transmigrasi RI, sejak 2008, sudah sejak 2014 tidak berfungsi lagi.

Lampu penerangan jalan yang menggunakan tenaga surya di lokasi Translok Ojang tidak berfungsi lagi.

Hanya tersisa 2 lampu saja yang berfungsi, meski tidak menyala maksimal dan menyebabkan pemukiman gelap gulita, dan warga merasa resah dan takut bila harus keluar rumah saat malam hari, apalagi dari 101 rumah di lokasi ini hanya 41 rumah saja yang ditempati warga. Demikian disampaikan Piterson Lewar, salah seorang warga yang menghuni perumahan di SP1 Translok Ojang, saat ditemui Cendana News. “Akinya sudah rusak dan dibiarkan terlantar, sehingga saat malam lokasi ini gelap gulita, apalagi banyak warga yang sudah tidak menempati rumah yang dibagikan dan kembali ke kampung mereka,” ujarnya.

Warga yang meninggalkan rumah mereka pun turut serta membawa solar cell yang merupakan listrik tenaga matahari yang dipasang di setiap rumah, sehingga membuat rumah tersebut gelap gulita dan lokasi Translok semakin seram.

Hal senada juga disampaikan Benediktus Bayo Boho, Ketua RT 11, RW 03, yang menempati Translok Ojang. Dikatakan, warga kian merasa resah, sebab selain banyaknya penghuni memilih kabur, lokasi pemukiman yang gelap mengakibatkan warga kuatir ternak mereka yang diikat di sekitar perumahan dicuri orang. “Warga takut kondisi pemukiman ini gelap gulita dan mereka merasa tidak aman tinggal di lokasi ini, sebab takut sapi dan binatang peliharaannya dicuri orang,” tegasnya.

Piterson Lewar

Ketakutan warga sangat beralasan, karena sudah sekitar dua bulan lalu atau Februari 2017, mesin giling padi dan mesin perontok yang ditempati di sebuah bangunan di tengah pemukiman juga hilang dicuri orang. “Warga berharap pemerintah baik pusat, maupun provinsi atau kabupaten segera turun tangan mengatasi persoalan ini, dan bisa membuat lokasi ini kembali dihuni warga,” pintanya.

Jurnalis: Ebed De Rosary/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Ebed De Rosary

Komentar