Lewat Teatrikal Musikalisasi Puisi, SIAPGRAK Sampaikan Aspirasi di DPRD

52

JUMAT, 6 APRIL 2017

MALANG — Banyak cara bagi masyarakat untuk dapat menyampaikan pendapatnya agar di dengar oleh pemerintah. Bisa melalui aksi unjuk rasa maupun lewat aksi teatrikal musikalisasi puisi seperti yang dilakukan komunitas SIAPGRAK di lobi gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Malang.

SIAPGRAK ketika menyampaikan aspirasi di DPRD Kota Malang.

“Pada hari ini kami dari komunitas SIAPGRAK di beri kesempatan untuk menyampaikan aspirasi langsung di dalam gedung DPRD, dan hal ini merupakan sebuah kehormatan bagi kami mahasiswa,” jelas koordinator SIAPGRAK, Ahmad Fauzi kepada Cendana News, Jumat (7/4/2017).

Ia menyampaikan bahwasannya dalam panggung aspirasi kali ini mereka ingin menyampaikan aspirasi sekaligus mengkritisi mengenai sistem yang telah banyak menggerogoti bangsa Indonesia, khususnya masyarakat kota Malang yang kemungkinan dilakukan oleh oknum-oknum tertentu.

Hal tersebut dirasa perlu disampaikan agar pemerintah kota Malang yang sekarang bisa lebih terbuka kepada masyarakat. Sehingga tidak hanya dalam bentuk jargon-jargon saja tapi harus benar-benar direalisasikan untuk rakyat.

Saat ini masih banyak hal atau kasus yang terjadi di tengah-tengah masyarakat kota Malang seperti kasus pasar maupun kasus-kasus lainnya yang belum terselesaikan oleh pemerintah.

“Oleh sebab itu kami berharap di hari jadinya yang ke 103, pemerintah kota Malang mampu mewujudkan sistem yang lebih baik lagi untuk kesejahteraan masyarakat kota Malang dan bisa segera menyelesaikan semua permasalahan yang terjadi di tengah masyarakat,” harapnya.

Lebih lanjut Fauzi menyampaikan bahwa fillsofi nama komunitas SIAPGRAK menandakan bahwa mereka siap kapanpun dan dimanapun untuk menyampaikan aspirasi masyarakat luas pada umumnya dan mahasiswa khususnya. Cara penyampaian aspirasi mereka memang selalu melalui aksi teatrikal musikalisasi puisi karena menurutnya lewat aksi tersebut bisa lebih diterima masyarakat.

“Sekarang ini orang melihat bahwa aksi-aksi penyampaian aspirasi itu identik dengan anarkisme, meskipun anggapan itu sebenarnya tidak benar.Oleh karena itu kita ingin menyampaikan aspirasi dengan cara kami yaitu melalui teatrikal musikalisasi puisi agar bisa lebih diterima masyarakat,” tutupnya.

Jurnalis: Agus Nurchaliq/Redaktur: Irvan Sjafari/Foto: Agus Nurchaliq

Komentar