Mahasiswa Solo Kecam Keras Serangan Gas Beracun di Suriah

82

KAMIS, 6 APRIL 2017

SOLO — Serangan gas beracun yang dilancarkan pemerintahan Bashar Aassad beserta sekutunya di Suriah,   mendapat kecaman dari berbagai kalangan. Di Solo, Jawa Tengah, mahasiswa mengecam keras penggunaan gas beracun yang telah menewaskan lebih dari 100 warga sipil tersebut. 

Aksi mahasiswa Solo menegcam serangan gas beracun di Suriah.

Aksi mengecam keras dugaan penggunaan gas beracun di Suriah tersebut dilakukan mahasiswa dengan menggelar aksi di Bouleverd Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS). Meski diguyur hujan, puluhan mahasiswa dari Forum Lembaga Dakwah Kampus (FLDK),  gabungan dari Perguruan Tinggi di Solo itu tak surut. Mereka terus meneriakkan kecaman terhadap pemerintahan Bashar Assad yang dinilai telah melakukan kejahatan perang.

Koordinator Aksi Hanafi Reidawan  mengatakan, apa yang telah terjadi (perang) di Suriah tidak hanya sebatas hubungan antar saudara umat islam, tetapi sudah kemanusiaan. Sebab, penggunaan gas beracun merupakan tindakan manusiawi dan dilarang digunakan meskipun dalam perang.

“Kalau ada yang mempertanyakan aksi  ini, jelas ini buka hanya soal islam. Tapi ini sudah menyangkut hak asasi manusia. Penggunaan gas beracun jelas dilarang, tapi apa yang kita lihat. Pemerintah Bashar Assad justru dibiarkan saja,” papar dia dalam orasi. 

Mahasiswa menilai, Perserikatan Bangsa –Bangsa (PBB) selaku organisasi  yang menaungi berbagai bangsa, termasuk konflik di Suriah, tidak pernah didengar. Terbukti, meskipun PBB melarang penggunaan senjata biologis, namun di Suriah justru  masih dilancarkan kepada warga sipil.  Ironisnya, sebagian besar korban gas beracur adalah perepuan anak-anak.

“Kita baca di Suriah, korban gas beracun ini sudah 100 yang tewas. Ada 400 lebih warga sipil yang  masih dirawat akibat serangan itu,” ungkapnya.

Dalam serangan udara dengan gas beracun di Suriah menjadi nada sumbang untuk menegakkan perdamaian  dunia. Mahasiswa mengajak seluruh masyarakat Indonesia memiliki kepedulian terhadap penduduk Suriah yang tidak tau apa-apa namun justru menjadi korban perang. 

“Ini tentang kepedulian kita atas Hak Hidup Manusia. Jelas kita tolak penjajahan dunia yang tak ada habisnya,”  jelas dia.

Aksi yang turut membawa berbagai poster kecaman terhadap perdamaian dunia ini diakhiri dengan penggalangan dana untuk korban di Suriah.  Aksi kecam penggunan gas beracun itu juga digelar secara serentak di berbagai kota di Indonesia.

Jurnalis: Harun Alrosid/Redaktur: Irvan Sjafari/Foto: Harun Alrosid

Komentar