Mesin Rontok dan Giling Padi, Dicuri, Warga Translok Ojang, Resah

70

MINGGU, 9 APRIL 2017

MAUMERE — Sebuah mesin perontok padi dan mesin giling padi, beserta generatornya yang merupakan bantuan Kementrian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTT, bagi penghuni lokasi Transmigrasi Lokal (Translok) Ojang, Desa Ojang, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, dicuri orang.

Bangunan yang dipakai meletakkan mesin perontok dan giling padi di Translok Ojang.

Hilangnya kedua mesin yang selama ini selalu digunakan warga pengungsian itu menyebabkan warga terpaksa membawa padi hasil panen untuk digiling di Dusun Ojang, yang berjarak sejauh sekitar 3 kilometer dari lokasi Translok. Demikian disampaikan Benediktus Bayo Boho, Ketua RT 11, RW 03, Translok Ojang, saat ditemui Cendana News, di rumahnya.

Dikatakan Benediktus, selama ini mesin tersebut sangat bermanfaat bagi warga yang menempati Translok yang berprofesi sebagai petani, karena untuk menggiling padi di dusun tetangga warga harus berjalan kaki dengan jalan mendaki sambil memanggul karung berisi padi. “Kami tidak bisa berbuat apa-apa, sebab lokasi ini sangat sepi dan gelap, sehingga warga juga tidak berani keluar rumah saat malam hari,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Piterson Lewar, warga lainnya, saat ditemui Cendana News di lokasi. Dikatakan, kedua mesin beserta generatornya selama ini aman-aman saja dan tidak dijaga, sebab ditanam di lantai. Piterson menduga, ada oknum yang sengaja mengambilnya dan pencurinya pasti orang di sekitar lokasi Translok dan selama ini sudah sering masuk keluar lokasi pemukiman Translok Ojang, sebab bila orang dari luar, akan sulit melakukan hal ini.

Benediktus Bayo Boho

“Tidak mungkin orang luar desa yang mencuri, sebab lokasinya sangat jauh dari jalan masuk dan hanya ada jalan satu-satunya ke Desa Ojang dan ke jalan negara, sehingga bila ada orang luar dan tidak dikenal yang mencuri pasti mudah diketahui,” tuturnya.

Piterson dan Benediktus berharap, Polres Sikka segera menyelidiki kasus ini dan menangkap pencurinya, sebab keduanya meyakini pelaku merupakan orang yang menetap di Desa Ojang dan sudah mengetahui situasi di Translok karena jarak dari jalan negara Trans Flores menuju lokasi Translok sejauh 15 kilometer dan banyak titik yang masih berupa jalan berbatu.

Jurnalis: Ebed De Rosary/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Ebed De Rosary

Komentar