NTB Dinilai Potensial Jadi Daerah Pengembangan Perbankan Syariah

44

RABU, 5 APRIL 2017

MATARAM —  Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nusa Tenggara Barat (NTB), Yusri mengatakan, kalau melihat dari sisi pertumbuhan ekonomi termasuk masyarakat yang hampir sebagian besar merupakan beragama Islam, NTB sangat potensial sebagai daerah pengembangan perbankan syariah.

Kepala OJK NTB, Yusri

“NTB itu potensial sebagai daerah pengembangan perbankan syariah, baik dari sisi ekonomi maupun masyarakat yang sebagian besar merupakan Muslim,” jelas Yusri saat menghadiri rapat koordinasi team project manajemen bersama konsultan pendamping konversi PT. Bank NTB menjadi Bank NTB Syari’ah di Mataram, Kamis (5/4/2017).

Ia menilai, potensi pangsa pasar perbankan syariah secara umum di Indonesia termasuk di dunia cukup bagus, karena prinsip yang dijalankan perbankan syariah menekankan pada keadilan, mengharamkan riba dan itu bisa diterima semua kalangan masyarakat muslim maupun non muslim.

Karena itulah, dirinya optimis dan mendukung penuh dengan kebijakan Pemda NTB yang hendak melakukan konversi Bank NTB dari konvensional menjadi bank NTB Syariah.

“Meski demikian, seperti halnya Bank konvensional, maju tidak perbankan syariah juga akan bergantung pada SDM, kemampuan melakukan analisis reaiko dan membaca pasar serta kemampuan menjual produk yang dimiliki,” sebutnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur NTB, Muhammad Amin mengatakan, maju tidaknya bank NTB setelah berubah status dari konvensional menjadi syariah akan tergantung pada kemampuan dan kreativitas direksi beserta tim yang bekerja di dalamnya.

“Harus banyak melakukan inovasi dan terobosan, menjual produk yang bisa menarik perhatian masyarakat untuk mau menabung dan menggunakan produk bank NTB Syariah,” katanya.

Jurnalis : Turmuzi / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Turmuzi

Komentar