NTP Tanaman Hortikultura NTB, Masih Rendah

62

JUMAT, 7 APRIL 2017

MATARAM — Meski Nilai Tukar Petani (NTP) tanaman pangan dan peternakan Provinsi Nusa Tenggara Barat, naik hingga di atas 100 persen, tapi NTP tanaman hortikultura yang merupakan  salah satu tanaman pertanian NTB justru turun lebih rendah hingga di bawah 100 persen. “Masalah akses pemasaran yang masih rendah menjadi salah satu penyebab NTP holtikultura NTB, rendah” kata Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan NTB, Husnul Fauzi di Mataram, Jumat (7/4/2017).

Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan NTB, Husnul Fauzi

Menurut Husnul, hampir sebagian besar pemasaran tanaman pangan holtikultura seperti tomat dan sayuran yang dihasilkan petani NTB, masih banyak berlangsung di pasar tradisional yang ada dan sedikit sekali yang sampai dikirim ke luar NTB. Akibatnya, selain akses pemasaran yang masih terbatas, dari sisi harga juga jelas lebih murah dan inilah yang menyebabkan NTP hortikultura NTB, rendah di bawah 100 persen. “Pola tanaman sebagian petani yang tidak tepat, juga kerapkali menyebabkan hasil tanaman pertanian holtikultura tidak maksimal, bahkan tidak sedikit petani mengalami kerugian” katanya.

Untuk itu, Dinas Pertanian bersama dinas terkait seperti Dinas Perdagangan, berupaya memfasilitasi petani, baik dengan pengusaha luar NTB maupun dengan pihak pengusaha hotel atau ritail modern, untuk mau mengakomodir hasil tanaman pertanian holtikultura petani NTB.

“Kita sepakat dengan arahan Nasional, nilai tukar petani untuk tanaman pangan di atas 100 persen, peternakan 110 persen, tapi hortikultura masih rendah, artinya apa ketika prioritas nasional diturunkan, NTB menjadi tanggungjawab bersama, menjaga sektor pertanian NTB sebagai suplai swasembada pangan nasional, termasuk peternakan,” katanya.

Sebelumnya, berdasarkan Data Pusat Statistik NTB, pada 3 April 2017, NTP tanaman pangan Provinsi NTB selama Maret 2017 mengalami kenaikan sebesar 104,71 persen jika dibandingkan Februari 2017, yaitu sebesar 104,58 persen.

Meski NTP tanaman pangan mengalami kenaikan, tapi tanaman pertanian hortikultura NTB justru mengalami penurunan di bawah seratus persen, yaitu 93,08 persen, NTP tanaman perkebunan rakyat 91,99 persen, NTP peternakan 119,03 persen dan NTP perikanan 103,50 persen.

Jurnalis: Turmuzi/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Turmuzi

Komentar