Peluang Investasi di Pasar Modal Sangat Menjanjikan

117

JUMAT, 7 APRIL 2017

MAUMERE — Peluang investasi di pasar modal memiliki prospek yang bagus. Sementara yang berinvestasi di pasar modal masih sangat kecil, yakni hanya sekitar satu persen saja dari jumlah penduduk di negara ini.

Nur Harjantie.

Demikian disampaikan Nur Harjantie, Kepala Pengembangan Eilayah Area 2 Bursa Efek Indonesia dalam kegiatan workshop wartawan yang membahas investasi di pasar modal, Jumat (7/4/2017), di Maumere.

Dikatakan Nur, dalam rangka memperkenalkan investasi, Bursa Efek Indonesia telah bekerja sama dengan kampus-kampus di seluruh Indonesia yang berjumlah 259 kampus untuk membuka galeri investasi.

“Kami targetkan di tahun 2017 jumlah galeri investasi akan bertambah menjadi 300 unit. Saat ini juga sudah ada 25 kantor perwakilan yang ada di seluruh Indonesia,” terangnya.

Dengan adanya road show ke kampus dan ke wartawan, diharapkan Nur, pemahaman masyarakat soal pasar modal akan bertambah apalagi kalangan akademisi, mereka bisa langsung melakukan praktik setelah mendapatkan teori di kampus.

Dirinya menambahkan, inflasi selama 10 tahun terakhir cenderung bertahan di angka7 sampai 7,5 persen sementara kenaikan pendapatan masih di bawah inflasi sehingga otomatis perlu sebuah langkah untuk mendapatkan dana lebih di masa mendatang bila ingin membeli barang.

“Bagi yang memiliki pendapatan tetap, inflasi adalah bencana sebab jumlah yang diterima akan relatif tetap, sementara harga barang terus melambung tinggi sehingga harus merubah pendapatan tetap menjadi investasi jangka panjang untuk melawan inflasi,” tegasnya.

Pasar modal, sebut Nur, merupakan tempat bertemu pihak yang memerlukan dana jangka panjang dengan pihak yang perlu investasi pada instrumen finansial seperti saham, obilgasi, reksa dana dan lainnya. Manfaat pasar modal, sambungnya, pengusaha bisa mendapatkan sumber pembiayaan sementara investor menjadikannya sebagai sarana investasi. Bagi emiten menjadi ajang penyebaran kepemilikan ke seluruh lapisan masyarakat serta bagi negara, terciptanya keterbukaan dan profesionalisme serta iklim usaha yang sehat.

“Cerita kegagalan dalam berinvestasi kerap terjadi justru karena kita kerap berspekulasi bukan berinvestasi untuk itu perlakukan pasar modal sebagai investasi jangka panjang, dimana langkah pertama adalah melihat perusahaan-perusahaan terbaik di bidangnya untuk dibeli sahamnya,” bebernya.

Sementara itu, Cahaya Paramananda dari Philip Securities Indonesia memberikan tip agar dalam membeli saham sebuah perusahaan haruslah dilihat nilai dan harga sebuah perusahaan tersebut. Nilai dalam hal ini kinerja perusahaannya bagus sementara harga terkait dengan dana yang akan dibayarkan.

“Untuk itu dalam membeli saham sebuah perusahaan harus dicari perusahaan  yang nilainya bagus dan harga sahamnya pun cenderung bagus sehingga bisa mendapatkan keuntungan,” pesannya.

Investasi di pasar modal, sebut Rama, sapaannya, memberikan keuntungan yang sangat besar sekitar 4 persen per bulan dan investor juga bisa memilih menjual saham yang dibeli kapan saja sesuai keinginan sebab itu merupakan hak investor.

Cahaya Paramananda.

“Orang berpikir investasi di saham mahal padahal bila harga saham selembarnya 500 rupiah maka dengan membeli satu slot berisi 100 saham hanya butuh uang 50 ribu rupiah saja sehingga siapa saja bisa berinvestasi di sini,” pungkasnya.

Jurnalis: Ebed de Rosary / Editor: Satmoko / Foto: Ebed de Rosary

Komentar