Pelukis Malang Raya Pamerkan Lukisan di Gedung DPRD

117

RABU, 5 APRIL 2017

MALANG — Untuk kali ketiga, Asta Citra Perupa Malang Art turut memeriahkan perayaan hari jadi ke-103 Kota Malang dengan kembali menggelar pameran lukisan para pelukis se-Malang Raya. Pameran yang digelar di lantai dasar gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Malang tersebut,  berlangsung selama tujuh hari (3-9/4/2017), setiap hari mulai pukul 11.00 WIB.

Bambang (simbah) dengan lukisannya.

“Pameran ini dalam rangka HUT Kota Malang. Kami bekerjasama dengan DPRD Kota Malang sebagai penyedia tempat pameran,” jelas ketua panitia, Bambang Randika Santoso kepada Cendana News, Rabu (5/4/2017).

Menurut pria yang juga akrab disapa Simbah ini tujuan pameran adalah untuk meningkatkan kreasi dan aktivitas kesenian para pelukis di Malang. Dalam gelaran pameran tersebut, tidak hanya menampilkan lukisan saja tetapi juga melibatkan beberapa komunitas di antaranya perajin topeng Malangan, wayang kulit, keris dan pusaka, serta batu permata dan akik.

“Dengan mengambil tema Pesona Citra Seni Budaya, kami berusaha mengangkat seni budaya warisan leluhur. Kita sebagai pelaku seni juga menyumbangkan dharma bakti  melalui seni budaya. Selain itu kami juga mendukung harkat dan martabat Kota Malang melalui seni budaya,” ucapnya.

Berbagai lukisan yang dipamerkan.

Disebutkan, terdapat 58 lukisan dari 22 pelukis yang dipamerkan. Sedangkan untuk komunitas keris ada tiga orang, akik permata satu orang, wayang kulit satu orang dan topeng Malangan juga satu orang.

Lebih lanjut Simbah mengakui, bahwa animo dan apresiasi masyarakat terhadap seni budaya masih kurang. Oleh sebab itu, melalui pameran tersebut diharapkan karya seni budaya warisan leluhur tidak hilang di era globalisasi sehingga bisa diteruskan dari generasi satu ke generasi selanjutnya.

“Kami berharap agar pemerintah bisa menjembatani dan memfasilitasi segalanya agar kita juga bisa benar-benar menyumbangkan dharma bakti sebagai seorang pelukis maupun sebagai seniman,” pungkas pelukis yang karyanya cenderung abstrak tersebut.

Salah satu lukisan yang dipamerkan.

Sementara itu beberapa pengunjung terlihat cukup menikmati lukisan yang dipamerkan. Irma, salah satu pengunjung mengaku, tertarik dengan beberapa lukisan yang ada terutama lukisan sosok almarhum Hasyim Muzadi.

“Lukisan ini mengingatkan saya kepada sosok ulama besar Nahdlatul Ulama Hasyim Muzadi yang baru saja meninggal beberapa waktu yang lalu,” akunya.

Jurnalis: Agus Nurchaliq / Editor: Satmoko / Foto: Agus Nurchaliq

Komentar