Pembangunan Dermaga VII Bakauheni, Terus Dikebut

171

KAMIS, 6 APRIL 2017

LAMPUNG — Pembangunan Dermaga VII, Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, yang semula merupakan Dermaga Plengsengan milik PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Cabang Bakauheni, terus dikebut.

Dermaga VII Pelabuhan Bakauheni dalam tahap pengerjaan

General Manager PT ASDP Cabang Bakauheni, Eddy Hermawan, mengatakan, pembangunan Dermaga VII yang rencananya terintegrasi ke Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) itu sedang dikerjakan oleh PT Pembangunan Perumahan (PP), dengan proses pembersihan lahan dan pemasangan tiang-tiang pancang. Selain itu, proses pengerjaan embe dan fasilitas lain juga terus dilakukan, agar Dermaga VII tersebut bisa digunakan untuk pelayanan pelayaran saat arus mudik pada Juli, mendatang.

Sementara itu, dalam operasional pelayanan jasa pelayaran di lintasan Selat Sunda, saat ini hanya dioperasikan sebanyak 5 Dermaga, di antaranya Dermaga I hingga Dermaga 6, namun tanpa Dermaga IV, karena masih dalam tahap perbaikan dan tak layak digunakan. “Kita maksimalkan dermaga yang ada, karena proses pembangunan Dermaga VII terus dikerjakan, berbarengan dengan penyelesaian pintu masuk dan pintu keluar Jalan Tol Trans Sumatera ke arah Pelabuhan Bakauheni,” ungkap Eddy, dalam  rapat koordinasi progres pembangunan Dermaga VII Bakauheni, Kamis (6/4/2017).

Jika Dermaga VII selesai dikerjakan, diprediksi kemacetan dan antrian kendaraan yang selama ini terjadi akibat kurangnya Dermaga di Pelabuhan Bakauheni maupun Pelabuhan Merak, bisa diurai dan bisa memperlancar arus kendaraan, terutama saat arus mudik lebaran.

Pembangunan Dermaga VII Pelabuhan Bakauheni, saat ini terus dilakukan dengan proses pengerjaan Area Dermaga, meliputi pemancangan dan akan dilanjutkan dengan proses pekerjaan beton struktur dermaga. Setelah itu, pemasangan fender dan pemasangan Moveable Bridge (MB) dan hydrolic, yang akan dilakukan pada tahap akhir.

Rapat Koordinasi PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni terkait pembangunan Dermaga VII.

Kendati diprediksi fasilitas Dermaga VII bisa digunakan saat arus mudik lebaran tahun ini, namun beberapa fasilitas penunjang masih akan terus dikerjakan untuk penyempurnaan. Pelaksana pengerjaan proyek Dermaga VII penyeberangan Bakauheni, memastikan beberapa fasilitas sudah bisa digunakan untuk sandar Kapal Roll on Roll off (Roro), untuk mengantisipasi jika diperlukan dalam arus lebaran.

Selain membahas terkait waktu pengerjaan Dermaga VII, dalam rapat koordinasi progress pembangunan Dermaga VII juga dilakukan proses survei lokasi damping area atau pembuangan material yang digunakan untuk proses pembangunan Dermaga VII. Survei lokasi tersebut dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan instansi terkait.

Selain untuk kepentingan lancarnya arus transportasi dan distribusi dari Pulau Sumatera ke Pulau Jawa dan sebaliknya, PT ASDP Bakauheni masih memberi akses alur masuk dan keluar bagi para nelayan di sekitar Pelabuhan Bakauheni. Alur masuk dan keluar bagi nelayan Muara Piluk, Kecamatan Bakauheni, yang berbatasan langsung dengan Dermaga VII bahkan diberi alur khusus, sehingga nelayan tetap bisa menyandarkan perahunya.

Rapat koordinasi perkembangan pembangunan Dermaga VII Pelabuhan Bakauheni, juga dihadiri perwakilan dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas V Bakauheni, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, serta Dinas Perhubungan Kabupaten Lampung Selatan.

Jurnalis: Henk Widi/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Henk Widi

Komentar