Pemda Sikka Cari Investor Operasikan SPDN di TPI Alok Maumere

116

RABU, 5 APRIL 2017

MAUMERE — Pemerintah Kabupaten Sikka melalui Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sikka memberikan kesempatan kepada investor untuk mengelola Solar Packed Dealer Nelayan (SPDN) yang tidak berfungsi di Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Alok Maumere.

SPDN khusus nelayan di TPI Alok Maumere yang berhenti beroperasi sejak 2015.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sikka, Heribertus Krispinus, saat ditemui Cendana News di kantornya, Rabu (5/4/2017).

“Kami sudah tawarkan kepada pihak swasta namun belum ada yang serius untuk mengelolanya, meski sudah dua orang yang berminat namun belum ada kejelasannya sampai saat ini,” ujarnya.

Dikatakan Heri, sapaannya, dengan beroperasinya kembali stasiun pengisian BBM bagi nelayan ini, maka diharapkan kapal-kapal  nelayan di pantai utara Kabupaten Sikka bisa langsung bersandar di TPI Alok dan membeli bahan bakar di tempat ini.

“Bila beroperasi, kapal-kapal nelayan usai menjual hasil tangkapan di TPI Alok bisa langsung membeli bahan bakar sehingga tidak perlu lagi membuang ongkos membeli bahan bakar di SPBU di Kota Maumere,” ungkapnya.

Ditambahkan Heri, selama ini para nelayan dari wilayah timur Kota Maumere harus membeli bahan bakar untuk melaut di SPBU Waipare dan Waioti, sementara di wilayah barat membeli di SPBU Wuring maupun Waidoko dan harus mengeluarkan biaya untuk angkutan.

“Kasihan bila mereka harus mengantri lagi di SPBU berjam-jam setelah mendapatkan rekomendasi dari kami apalagi jaraknya jauh dari tempat pendaratan kapal,” sebutnya.

Ini yang membuat Heri sejak menjabat sebagai kepala dinas setelah masuk kantor langsung menandatangani surat rekomendasi bagi para nelayan untuk membeli BBM di SPBU. Karena tidak ingin waktu melaut para nelayan terbuang hanya karena mengurus surat rekomendasi dan antri di SPBU.

M. Syarifuddin, anggota DPRD Sikka asal Pulau Pemana yang mayoritas rakyatnya berprofesi sebagai nelayan saat ditemui Cendana News di gedung DPRD Sikka, Rabu (5/4/2017) berharap, agar SPDN di TPI Alok bisa segera dioperasikan.

Menurut Syarifuddin, para nelayan sudah mengeluh sebab terkadang setelah mendapatkan surat rekomendasi mereka harus mencari BBM di SPBU dan terkadang tidak mendapatkan BBM sehingga kapal penangkap ikan mereka terpaksa tidak beroperasi.

“Banyak yang mengisi BBM di SPBU yang ada di pelabuhan Wuring padahal seharusnya SPBU di tempat tersebut  dan pelabuhan yang ada khusus bagi kapal-kapal barang antar pulau,” pungkasnya.

Disaksikan Cendana News, SPDN yang berhenti beroperasi sejak 2015 ini memiliki sebuah tangki BBM dengan kapasitas 5 ribu liter. Tangki tersebut merupakan tangki duduk dan diletakkan di tengah areal SPDN yang diapit bangunan kantor dan pos penjagaan.

Sementara itu, di bagian utara areal SPDN terlihat mesin pompa BBM ditutup menggunakan terpal. Tanaman merambat memenuhi pagar bagian depan dan pintu pagar besinya pun terlihat berkarat.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Sikka, Heribertus Krispinus.

Pada papan nama yang dipasang Pertamina tertera SPDN dengan nomor 59.861.01 ini menjual BBM jenis solar dan pelumas Pertamina. Pintu ruangan pos penjagaan dibiarkan terbuka. Plafon atapnya sudah mengalami kerusakan.

Jurnalis: Ebed de Rosary / Editor: Satmoko / Foto: Ebed de Rosary

Komentar