Pemerintah akan Gelar PPBI ke 11

37

JUMAT, 7 APRIL 2017
 
JAKARTA — Gelaran tahunan Pekan Produk Budaya Indonesia (PPBI) akan kembali digelar. Penyelenggaraan PPBI ini telah digelar sejak 2007. Penyelenggaraan PPBI yang ke 11 ini rencananya akan dilaksanakan Oktober mendatang. Tema dari penyelenggaraan PPBI Tahun 2017 adalah Yang Berbudaya, yang Mandiri dengan sub tema ”Bangga Budaya Indonesia”.

Suasana pre event PPBI di Kemenko PMK.

Tema ini bermakna bahwa hanya dengan berbudaya maka kemandirian bangsa akan tercipta sesuai dengan karakter bangsa Indonesia. Untuk menjadikan berbudaya dan mandiri, maka diperlukan suatu pendekatan bagaimana kita agar mencintai, mengkonsumsi dan menghargai produk budaya melalui pendekatan bangga budaya Indonesia.

Dalam rangkaian kegiatan PPBI 2017, hari ini diadakan Pre Event PPBI yang bertempat di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK). Berbagai kesenian khas Indonesia, seperti wayang golek, angklung, hingga kolintang ditampilkan dalam acara ini.

Seskemenko PMK, YB. Satya Sananugraha, saat membuka Pre Event Pekan Produk Budaya Indonesia (PPBI) yang diselenggarakan di Aula Heritage, Kantor Kemenko PMK, Jakarta (7/4/2017), mengungkapkan, bahwa seiring dengan perkembangan globalisasi, keberadaan produk-produk budaya dihadapkan pada situasi dan kondisi yang menyediakan harapan dan sekaligus menyimpan tantangan. 

“Kita harus  mampu menyikapi era globalisasi tersebut, dengan sikap yang lebih mawas diri serta membangun sinergitas antar komponen bangsa, dalam bergotong royong memperkuat kedaulatan, kemandirian, dan kepribadian bangsa,” ujarnya dalam sambutan.

Penyelenggaraan PPBI 2017, terangnya, merupakan salah satu upaya Pemerintah dalam  memberikan dorongan kemajuan pada sektor produk kreatif berbasiskan budaya dengan harapan akan meningkatkan kualitas dan daya saing produk budaya dalam rangka memperkuat perekonomian rakyat.

“Kita ketahui bersama, produk-produk budaya kita sangat beragam, seperti batik, kain, tenun, jamu, kuliner, seni tari, seni lukis, seni patung, seni ukir dan lain sebagainya, telah tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Di sisi lain, tambahnya, perkembangan zaman menuntut produk budaya ini tidak hanya sebagai ekspresi nilai budaya tetapi juga dituntut dapat memiliki nilai ekonomis sehingga dapat bertahan dalam perkembangan dan tuntutan zaman. Karenanya, tantangan yang dihadapi usaha rakyat berbasis budaya pada umumnya adalah masalah permodalan, pemasaran, kualitas kemasan dan inovasi. Pemerintah dan berbagai pihak memiliki peran yang dapat ikut membantu menyelesaikan permasalahan tersebut. Melalui kegiatan PPBI diharapkan berbagai pemangku kepentingan dapat saling memperkuat kapasitasnya.

“Penyelenggaraan Pre Event PPBI 2017 yang diselenggarakan pada hari ini, dapat menjadi momentum dalam mengajak partisipasi semua pihak untuk ikut dalam penyelenggaraan PPBI 2017,” harapnya.

Pelaksanaan PPBI Tahun 2017 direncanakan akan dilaksanakan selama 5 (lima) hari, 25-29 Oktober 2017, di Plaza Epicentrum Jakarta dengan prinsip gotong-royong. Peserta yang diundang antara lain kementerian/lembaga, pemerintah daerah (provinsi/kabupaten/kota) dan dunia usaha.

Jurnalis: Shomad Aksara / Editor: Satmoko / Foto: Humas PMK

Komentar