Penambahan Jumlah Perjalanan KCJ Dinilai Belum Maksimal Urai Penumpukan Penumpang

44

RABU, 5 APRIL 2017

DEPOK — Guna meningkatkan pelayanan terhadap pengguna jasa angkutan KRL Commuter Line, PT. KAI Commuter JABODETABEK (KCJ) menambah 26 perjalanan KRL dari Bogor/Depok ke semua relasi. 

Pengguna jasa berjejalan masuk ke dalam rangkaian KRL

Pantauan Cendana News Rabu (5/4) pagi, sejak penerapan Grafik Perjalanan Kereta (Gapeka) 2017 pada 1 April 2017 silam, terjadi penumpukan penumpang di beberapa stasiun seperti Citayam, Depok, Bojonggede, Cilebut, dan Pondok Cina. Hal ini disebabkan karena pengguna jasa angkutan KRL belum mengetahui adanya jadwal baru yang ditetapkan oleh PT.KCJ.

Wiwin Wirasati pengguna jasa angkutan KRL Bojonggede-Lenteng Agung menganggap bahwa kurang sosialisasi dari penerapan Gapeka 2017. Selain itu, Gapeka 2017 dinilai lebih rumit dari jadwalvsebelumnya.

“Selain itu juga kereta nya terlalu pelan, dan ada yang dibatalkan” ujar Wiwin.

Pengguna jasa lainnya, Setiyo Bardono mengatakan, dirinya sudah mengetahui tentang Gapeka tersebut, namun untuk jadwal sendiri belum diketahui dan dinilai tidak tepat waktu.

“Saya berharap agar perjalanan KRL sesuai dengan jadwal yang tertera pada Gapeka,” sebutnya.

Sementara itu, Adli Hakim Nasution, Manajer Corporate Communication PT. KCJ mengatakan, sudah ada penambahan jumlah pemberangkatan KRL di lintas Bogor. Sebelumnya tujuan Bogor atau Depok menuju Angke, Kampung Bandan sampai Jatinegara terdapat 173 perjalanan, per tanggal 1 April 2017 ditambah, menjadi 188 perjalanan.

Sementara di relasi Bogor atau Depok menuju Jakarta Kota sebelumnya terdapat 210 perjalanan, per tanggal 1 April 2017 ditambah menjadi 221 rangkaian. Adli menyanggah bahwa pihaknya membatalkan relasi perjalanan KRL

“Justru kereta dari Bogor atau Depok kami tambahkan” ujar Adli ketika dihubungi oleh Cendana News.

Kepadatan pengguna jasa KRL di stasiun Depok Baru

Menanggapi soal kecepatan laju kereta di bawah rata-rata kecepatan normal, Manajer Corporate Communication PT. KCJ itu menyanggah bahwa kelambatan perjalanan KRL disebabkan oleh intensitas perjalanan yang lebih kerap dari Gapeka sebelumnya. Keterlambatan lebih dikarenakan masalah teknis, seperti beberapa ruas jjalur rel sedang ada perbaikan  oleh Dinas Jalan Rel dan Jembatan yang menjadi domain dari Daerah Operasi 1 (DAOP) 1 Jakarta.

Adli memastikan bahwa Gapeka yang ditetapkan per tanggal 1 April 2017 sudah dirancang lebih akurat dibanding gapeka sebelumnya

“Harapan kami agar kelambatan perjalanan bisa dikurangi,” sebutnya.

Adli juga menyebutkan, pihaknya sudah mengoperasikan 45 rangkaian KRL dengan 18 rangkaian berjumlah 12 kereta di lintas Bogor, Depok maupun Nambo untuk melayani relasi tujuan Jakarta Kota maupun Jatinegara melalui Sudirman, Karet, Tanah Abang.

Jurnalis : Yohannes Krishna Fajar / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Yohannes Krishna Fajar

Komentar