Perbaikan Jalinsum, Prioritaskan Jalan Berlubang dan Bergelombang

52

SABTU, 1 APRIL 2017

LAMPUNG — Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mengebut pengerjaan perbaikan sejumlah ruas Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) atau dikenal pula dengan Jalan Trans Sumatera. Ditargetkan tuntas dan bisa dilalui para pemudik pada arus mudik Lebaran tahun ini sekitar bulan Juli mendatang.

Proses penandaan di area yang akan dikupas menggunakan cat.

Menurut pelaksana pengerjaan perbaikan Jalan Lintas Sumatera di beberapa ruas di Kabupaten Lampung Selatan, Nando (27), sebagai pelaksana dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat proses pengerjaan dilakukan mulai bulan Maret dan dilakukan hingga 7 bulan ke depan. Prioritas pada badan jalan serta bahu jalan. Pada bagian badan jalan, ungkap Nando, pihaknya mendapatkan tugas melakukan perbaikan di sepanjang ruas KM 65+200 di perempatan Palas, Kecamatan Penengahan, hingga KM 700 di wilayah perbatasan Kecamatan Bakauheni dan Kecamatan Penengahan.

Perbaikan, diakui Nando, menggunakan teknik pembongkaran pondasi jalan atau pengupasan, perataan jalan bergelombang dan dilanjutkan dengan proses penambalan di beberapa titik yang dikupas. Ia menyebut, sejumlah ruas yang menjadi titik pengerjaan selama hampir dua pekan di beberapa titik sepanjang 1600 meter di Desa Kuripan, Kecamatan Penengahan, merupakan titik terparah dengan kondisi jalan aspal bergelombang, berlubang. Pada bagian jembatan Sungai Way Kuripan bagian aspal yang sudah ditambal sebelumnya juga mengalami kerusakan. Pekerja bahkan terpaksa melakukan pembongkaran aspal bergelombang di sejumlah titik tersebut.

Nando, pelaksana pengerjaan perbaikan Jalinsum dari Kementerian PUPR.

“Kita akui di titik ini sangat sulit pengerjaannya dengan tingkat kerusakan rata-rata dua meter jalan bergelombang, berlubang sehingga perlu dikupas hingga ke pondasi jalan. Untuk selanjutnya dilakukan perbaikan ulang agar rata,” ungkap Nando, pelaksana perbaikan Jalan Lintas Sumatera saat dikonfirmasi Cendana News, Sabtu (1/4/2017).

Nando menyebut, sesuai dengan tujuan perbaikan jalan untuk memberi kenyamanan pemudik, target “zero hole” atau jalan tanpa lubang akan dicapai oleh pelaksana dengan melakukan perbaikan dengan lebih mendetail. Khusus di ruas KM 65+200 yang saat ini dikerjakan, ia mengaku, jarak titik jalan rusak bahkan hanya sekitar 3-4 meter sementara di beberapa titik lain bisa berjarak ratusan meter dengan kontur bergelombang akibat amblas dilalui oleh kendaraan bertonase besar.  Meski dilakukan dengan sistem tambal sulam, perbaikan ditargetkan dikerjakan pada badan jalan selesai saat H-10 Lebaran.

Proses pengupasan jalan aspal bergelombang menggunakan mesin khusus.

Sementara itu di bahu jalan atau tepian jalan proses pembersihan juga dilakukan dari rumput-rumput dan tanaman pengganggu dengan alat berat. Setelah proses pembersihan dengan alat berat tersebut, proses selanjutnya akan ditimbun dengan batu sabes untuk bisa dipergunakan sebagai bahu jalan saat kondisi jalan mengalami kemacetan sehingga bisa digunakan untuk parkir atau berhenti kendaraan. Selain perbaikan di bahu jalan, Nando menyebut, perbaikan juga dilakukan di sejumlah jembatan yang masuk di ruas target perbaikan di antaranya di Jembatan Way Kuripan yang telah berkali-kali mendapat upaya perbaikan.

“Kalau jembatan Way Kuripan kondisinya memang masih kuat namun pada beberapa bagian setiap diberi aspal selalu rusak. Idealnya memang dibongkar namun khusus untuk jembatan perlu penanganan khusus,” ungkap Nando.

Jalinsum ruas Desa Kuripan Kecamatan Penengahan sedang dalam proses perbaikan.

Ia bahkan menargetkan prioritas penyelesaian badan jalan bisa diselesaikan hingga H-10 sehingga pengguna Jalinsum terutama yang akan mudik bisa menikmati jalan mulus. Sementara untuk proses pengerjaan bahu jalan tetap akan dikerjakan karena fokus pengerjaan dilakukan di tepian jalan dan tidak mengganggu para pemudik. Tingkat kerusakan yang parah pada beberapa titik diakuinya menjadi faktor penyebab pengerjaan perbaikan jalan menjadi lebih lama. Meski ia mengaku, bersama para pekerja telah maksimal melakukan proses pengupasan aspal agar penambalan bisa segera dilakukan.

Selain titik yang menjadi tanggung jawabnya, Nando menyebut sejumlah ruas Jalan Lintas Sumatera dari wilayah Bakauheni hingga perbatasan Provinsi Sumatera Selatan juga tengah dikerjakan. Namun proses pengerjaan juga dilakukan oleh rekanan lain yang juga mengerjakan perbaikan jalan nasional dengan sumber dana dari APBN tersebut dan ditargetkan semua jalan yang diperbaiki bisa mulus serta digunakan saat arus mudik Lebaran Idul Fitri tahun 2017.

Sementara itu, pantauan Cendana News, sebanyak 8 pekerja dikerahkan di titik Desa Kuripan untuk melakukan perbaikan dimulai dengan proses pengupasan menggunakan drilling hammer untuk menghancurkan aspal yang bergelombang, tamping rammer untuk pemadatan aspal serta sejumlah alat lain. Andi (34) salah satu pekerja untuk pengupasan aspal menggunakan drilling hammer mengungkapkan, perlu proses sekitar 1 jam untuk membersihkan atau menghancurkan aspal yang memiliki bagian bergelombang. Sebelum dilakukan pembongkaran dilakukan penandaan dengan menggunakan cat sehingga area yang dibersihkan bisa sempurna.

“Butuh waktu yang lama terutama pada bagian aspal yang keras karena meski bergelombang sekitar beberapa meter namun pengupasan harus dilakukan sempurna agar penambalan bisa rapi,” terang Andi.

Selama proses pengerjaan perbaikan jalan tersebut, pihak pelaksana terpaksa melakukan sistem buka tutup jalan terutama saat akhir pekan arus lalu lintas dari Bakauheni ke Bandarlampung dan sebaliknya cukup padat. Andi menegaskan, pengguna jalan sebaiknya bersabar saat terjadi antrian karena proses perbaikan jalan tersebut selanjutnya akan membuat jalan menjadi lebih mulus dibandingkan saat ini yang penuh lubang dan bergelombang.

Jurnalis: Henk Widi / Editor: Satmoko / Foto: Henk Widi

Komentar