Perkembangan Nilai Tukar Petani Nasional Maret 2017

0
12

SENIN, 3 APRIL 2017

JAKARTA — Perkembangan Nilai Tukar Petani (NTP)  Maret  2017 merupakan salah satu bahan materi yang dirilis secara langsung oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Pusat saat menggelar acara jumpa pers yang berlangsung di Kantor Pusat BPS Jakarta, Senin (3/4/2017).

Perkembangan Nlai Tukar Petani (NTP) secara nasional Maret 2017.

Saat menggelar jumpa pers dengan para awak media cetak dan elektronik di Jakarta, BPS Pusat juga melaporkan bahwa secara nasional NTP Maret 2017 tercatat sebesar 99,95 atau turun sebesar 0,38 persen persen jika dibandingkan dengan NTP pada bulan sebelumnya atau Februari 2017.

Menurut pengamatan BPS, salah satu faktor penyebab terjadinya penurunan NTP tersebut karena Indeks Harga yang Diterima Petani (LT) menurun sebesar 0,39 persen. Sehingga dengan demikian angka  tersebut lebih besar dibandingkan dengan Indeks Harga yang Dibayar Petani (LB) sebesar 0,01 persen.

Sementara itu, NTP Provinsi DKI Jakarta mengalami penurunan terbesar yaitu sebesar 1,37 persen jika dibandingkan dengan penurunan NTP di semua Provinsi lainnya di Indoenesia. Namun NTP Provinsi Papua Barat malah mengalami kenaikan tertinggi sebesar 0,58 persen jika dibandingkan dengan kenaikan NTP Provinsi lndonesia lainnya.

Pada Maret 2017, BPS juga melaporkan bahwa telah terjadi Inflasi di wilayah pedesaan yaitu tercatat sebesar 0,10 persen. Salah satu sebabnya karena dua diantara tujuh kelompok penyusun indeks rumah tangga tersebut ternyata mengalami penurunan.

“Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) secara nasional sepanjang Maret 2017 tercatat sebesar 108,93 persen atau mengalami penurunan tercatat sebesar 0,63 persen dibandingkan dengan NTUP pada Februari 2017” jelas Kepala BPS Pusat  Suhariyanto  saat menggelar acara jumpa pers di Jakarta, Senin (3/4/2017).

Jurnalis: Eko Sulestyono/Redaktur: Irvan Sjafari/Foto: Eko Sulestyono

Komentar