Pinjaman Tabur Puja Bantu Pemilik Warung Rumahan Kuliahkan Anak

72

RABU, 5 APRIL 2017

SOLOK — Jejak Pemberdayaan Yayasan Damandiri — Kasih ibu sepanjang jalan. Ini sebuah ungkapan yang menggambarkan besarnya upaya seorang ibu dalam membesarkan anaknya. Selain menjadi pendidik pertama, ibu juga terus berupaya  agar anaknya dapat sukses di dalam menjalani kehidupan.

Rutinitas Hari Kas Posdaya Saniangbaka.

Hal inilah yang mendasari Ifliza (49) untuk terus berupaya dalam meningkatkan perekonomian keluarga. Bahu membahu bersama suami tercinta yang bekerja sebagai tukang bangunan dan petani, Bu Liza, sapaan akrabnya, sudah mampu menyelesaikan sekolah dua orang anaknya dan saat ini tengah fokus kepada dua anak lainnya yang masih duduk di bangku perguruan tinggi dan sekolah menengah atas.

Keseharian Bu Liza aktivitasnya adalah membuka warung kecil-kecilan di rumah. Hasil dagangannya lebih banyak digunakan untuk memberikan belanja harian buat anaknya yang kuliah di Kota Padang. Dalam satu bulan, rata-rata uang yang dikeluarkan untuk anaknya yang kuliah sebesar Rp600 ribu. Begitu juga untuk anak yang sedang menempuh pendidikan di SMA.

“Kecil cuma jajan anak saya yang kuliah, hanya Rp20 ribu per hari,” sebut Bu Liza saat disambangi Tim Cendana News.

Bagi Bu Liza, membantu dalam belanja harian anak kuliah sangat berarti. Didukung oleh suami yang juga mempersiapkan pembiayaan sehingga anak ketiganya pun mampu mengenyam pendidikan di perguruan tinggi.

Meningkatnya perekonomian keluarga Bu Liza bermula sejak ia bergabung dengan Posdaya Saniangbaka, Sapuluah (X) Koto Singkarak, yang berada di bawah naungan Koperasi KPRI Kencana BKKBN Kabupaten Solok dan bekerja sama dengan Yayasan Damandiri. Tiga tahun yang lalu, ia mendapatkan dana pinjaman awal Rp2 juta.

“Dana tersebut digunakan untuk menambah isi warung,” sebutnya.

Dana tersebut, bagi orang berduit mungkin kecil. Namun bagi pedagang kecil-kecilan seperti Bu Liza, sangat berarti. Karena dengan adanya penambahan modal, isi warungnya jadi bertambah dan dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada konsumen.

Berkat penambahan modal tersebut, usahanya terus berkembang. Selain dapat memberikan jajan anak kuliah, ia juga dapat secara lancar dalam pengembalian simpanan. Karena keseriusannya tersebut, pinjaman tahap kedua dan ketiga disetujui oleh Tabur Puja Posdaya Saniangbaka. Bahkan nilainya juga ditingkatkan, yakni Rp3 juta setiap tahapan.

Dengan terus adanya aliran pinjaman, selain menambah properti warung, ia juga dapat menambah ragam dagangan yang secara tidak langsung juga meningkatkan pemasukan setiap harinya.

“Alhamdulillah, saat ini sudah dapat menambah ragam dagangan sehingga sudah mampu meningkatkan perekonomian keluarga,” sebutnya.

Ifliza, nasabah Tabur Puja Posdaya Saniangbaka.

Bertambahnya ragam dagangan juga meningkatkan pendapatan setiap hari. Dari sebelumnya sekitar Rp150 ribu per hari, meningkat menjadi Rp300 ribu per hari.

Jurnalis: ME. Bijo Dirajo / Editor: Satmoko / Foto: Tabur Puja Solok

Komentar