Pinjaman Tabur Puja, Utamakan Keluarga Pra Sejahtera

61

SABTU, 1 APRIL 2017

YOGYAKARTA — Jejak Pemberdayaan Yayasan Damandiri — Dari 35 Posdaya yang dilayani, KSP Tabur Puja KUD Tani Makmur memiliki total nasabah atau peminjam sebanyak 2.428 orang. Mayoritas peminjam itu merupakan ibu-ibu rumah tangga yang membuka usaha kecil atau mikro.

Ginanjar Kun Hartanto, S.Pd.

Manager Unit Tabur Puja KUD Tani Makmur, Ginanjar Kun Hartanto, S.Pd., merinci, dari sebanyak 2.428 peminjam yang mayoritas ibu-ibu itu, terdiri dari bidang usaha perdagangan sebanyak 1.762 orang, bidang kerajinan sebanyak 624 orang, usaha pemula sebanyak 4 orang dan bidang pertanian sebanyak 38 orang.

Sementara dari tingkat ekonominya, dari 2.428 peminjam itu terdiri dari 1.030 Keluarga Pra Sejahtera, 1.245 Keluarga Sejahtera I, 123 Keluarga Sejahtera II dan 30 Keluarga Sejahtera III. Ini sebagaimana arah, sasaran dan tujuan pemanfaatan dana simpan pinjam Tabur Puja untuk mengentaskan kemiskinan dengan menumbuhkan usaha kecil mikro melalui koperasi. “Sasaran kita memang keluarga pra sejahtera, dengan maksud meningkatkan taraf hidup mereka. Namun, tidak menutup kemungkinan kita juga menyasar Keluarga Sejahtera I, II dan III, sebagai contoh positif sekaligus transfer ilmu bagi anggota lain yang berasal dari keluarga pra sejahtera,” kata Ginanjar.

Menurut Ginanjar, jika dibandingkan dengan unit usaha simpan pinjam lainnya, Tabur Puja lebih banyak memberi kesempatan bagi masyarakat kecil yang belum memiliki usaha, namun berniat mendirikan usaha. Berbeda dangan unit usaha simpan pinjam lainnya yang justru lebih banyak memberi pinjaman kepada masyarakat yang telah memiliki usaha saja. Selain itu, juga tidak adanya agunan, serta semua prosesnya dilakukan di pedukuhan setempat.

Selama 3 tahun menjalankan Simpan Pinjam Tabur Puja, Ginanjar mengaku tak memiliki kendala berarti. Termasuk dalam hal ketertiban cicilan anggota. Selama ini, angsuran setiap anggota selalu dibayarkan tepat waktu, baik dari anggota kelompok ke Posdaya, maupun dari Posdaya ke KUD. Meski demikian, pertemuan selalu rutin digelar setiap satu bulan sekali antara pihak KUD, Posdaya dan kelompok anggota.

Jurnalis: Jatmika H Kusmargana/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Istimewa

Komentar