Posdaya Tapak Dara, Salurkan Dana Tabur Puja Rp150 Juta

92

SABTU, 8 APRIL 2017

YOGYAKARTA — Jejak Pemberdayaan Yayasan Damandiri — Terletak di kawasan sentra gerabah Kasongan, Dusun Tirto, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, tak ubahnya seperti sebuah kampung di tengah kota urban. Hampir di setiap sudut Dusun, dapat ditemui pengusaha kerajinan gerabah kelas ekspor yang memiliki puluhan karyawan.

Suasana Dusun Tirto

Hal demikian membuat Dusun Tirto selalu ramai oleh para buruh perajin gerabah dari berbagai daerah, yang setiap hari bekerja di kawasan ini.  Banyaknya pendatang dari luar daerah tersebut, secara langsung memberi dampak positif bagi kehidupan warga secara ekonomi. Sejumlah usaha kecil terlihat tumbuh subur di kawasan ini. Selain pengusaha dan buruh, dari sekitar 560 Kepala Keluarga (KK) yang tersebar di 7 Rukun Tetangga (RT) di Dusun Tirto, mayoritas penduduknya merupakan pedagang.

“Memang banyak warga di sini merupakan pengusaha gerabah. Ada yang sudah besar dengan banyak karyawan. Ada pula perajin kecil yang membuat gerabah di rumah untuk kemudian disetor ke pengusaha besar. Namun, sebagian besar warga memang bekerja sebagai pedagang. Selain itu, banyak pula yang bekerja sebagai buruh atau pekerja. Sementara untuk petani hampir tidak ada,” ujar Ketua Posdaya Tapak Dara, Dusun Tirto, Indarti.

Banyaknya warga, khususnya kelas ekonomi menengah ke bawah, yang membuka usaha kecil maupun mikro seperti perajin gerabah, penjual makanan, hingga warung kelontong, menjadi alasan Posdaya Tapak Dara, menyosialisasikan program Simpan Pinjam Tabur Puja dari Yayasan Damandiri, bekerjasama dengan KUD Tani Makmur, sejak 2013, lalu. Selain untuk membantu pengembangan usaha warga, adanya program Tabur Puja juga diharapkan dapat meminimalisir ketergantungan warga pada rentenir atau lintah darat yang banyak ditemui di Dusun tersebut.

“Pada sekitar 2013, kita dipercaya mengalokasikan dana pinjaman modal usaha Tabur Puja sebesar Rp200 juta. Kegunaannya dikhususkan untuk tambahan modal usaha, karena kebetulan di sini banyak warga yang memiliki usaha dan berdagang,” ujarnya.

Indarti menuturkan, sebelum ada program Tabur Puja, sudah banyak warga di dusunnya yang memiliki usaha kecil. Sehingga, pemanfaatan dana pinjaman dari program Tabur Puja pun juga lebih banyak diarahkan untuk pengembangan usaha. Pada awal-awal pelaksanaannya, program Tabur Puja hanya diikuti oleh sekitar 25 orang yang tergabung dalam 5 kelompok saja. Namun setelah 3 tahun berjalan, kini jumlah peminjam jauh meningkat mencapai 43 orang, yang tersebar dalam 7 kelompok usaha.

Indarti

“Di awal itu belum semua RT terdapat kelompok peminjam, namun kini setiap RT sudah ada. Masing-masing kelompok biasanya terdiri dari 3-7 orang anggota. Setiap kelompok juga memiliki ketua masing-masing. Selama tiga tahun berjalan, dari alokasi dana pinjaman sebesar Rp200 juta, kita sudah menyalurkan dana pinjaman sebesar Rp150 juta,” ujarnya.

Jurnalis: Jatmika H Kusmargana/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Jatmika H Kusmargana

Komentar