Potensi Cuaca Ekstrem, Warga Balikpapan Diminta Waspada

87

SELASA, 4 APRIL 2017

BALIKPAPAN — Potensi cuaca ekstrem masih akan terjadi di Kota Balikpapan meski tidak seperti yang terjadi pada 30 Maret 2017. Hal tersebut dikarenakan musim pancaroba yang mengakibatkan beberapa tekanan rendah yang terbentuk di wilayah Indonesia. 

Kepala Seksi Observasi dan Teknisi BMKG Balikpapan, Agustian Nugraha

Diketahui cuaca hujan ekstrem yang terjadi pada 30 Maret 2017 itu, menyebabkan sebagian wilayah Balikpapan banjir dan beberapa kawasan longsor. Hujan saat itu dengan intensitas 128,1 milimeter.

Kasi Kepala Seksi Observasi dan Teknisi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Balikpapan, Agustian Nugraha memperkirakan, cuaca tiga hari ke depan berpeluang hujan rendah dan sedang hingga lebat.

“Berpeluangnya hujan itu karena kumpulan arah angin membentuk sinklonik atau pusaran angin di pusat tekanan rendah. Sekarang masih siaga, tak se-ekstrem yang lalu,” jelasnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (4/4/2017).

Ia menjelaskan saat ini Balikpapan juga memasuki periode kemarau basah yang artinya masih berpeluang hujan, meski kemarau.

“Kondisi ini terjadi dengan kondisi global yakni masa pancaroba. Selama dua hari ini terlihat pusat tekanan rendah di sebelah barat laut dan timur laut Kalimantan Utara,” sebutnya.

Agustian menambahkan tinggi gelombang untuk dua hari ke depan masih aman untuk pelayaran. Dengan tinggi gelombang di perairan 0,2 hingga 0,5 meter.

Jurnalis : Ferry Cahyanti / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Ferry Cahyanti

Komentar