Puluhan Tahun Kampung Ini Baru Miliki Gereja

61

RABU, 5 APRIL 2017

KEEROM — Masyarakat di Kampung Ampas, Distrik Waris, Kabupaten Keerom patut merasa bangga dan bersyukur. Pasalnya apa yang mereka inginkan dengan memiliki sebuah gereja di perkampungan tersebut, akhirnya terwujud.

Gereja Katolik Santo Petrus di Kampung Ampas, Distrik Waris, Kabupaten Keerom, Papua.

Pastor dekenat Keerom, Kris Bidi SVD ucapkan terima kasih setinggi-tingginya kepada Satuan (Tugas) Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Yonif Mekanis 516 Charaka Yhuda dan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Keerom, karena setelah puluhan tahun terdapat gereja semi permanen di tengah kampung.

Menurut Kris, pada wilayah-wilayah tertentu perjalanan misionaris sungguh berkembang. Sayangnya, kata Pastor di wilayah pedalaman masih ada yang alami ketertinggalan. Untuk mewujudkan misi ini tentunya umat terus berusaha.

Dan Satgsa Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis 516 CY, Letkol Inf Lukman Hakim tanda tangani prasasti Gereja Katolik Santo Petrus bersama Bupati Keerom Celcius Watae.

Peran misionaris kini semakin berkurang, justru kehadiran dan perhatian pemerintah dan juga perhatian dari TNI sangat membantu mewujudkan cita-cita umat. “Baru tahun ini gereja ada persis di tengah-tengah kampung,” kata Pastor Kris.

Sementara itu Komandan Satgas Pamtas Yonif RI-PNG Mekanis 516/CY, Letkol Infanteri Lukman Hakim mengatakan, sudah sepatutnya ia bersama anak buahnya membantu semampunya untuk mewujudkan apa yang dicita-citakan masyarakat yang ada di sekitar mereka.

Bupati Keerom Celcius Watae (kanan) didampingi Dan Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis 516 CY meresmikan Gereja Katolik Santo Petrus Ampas.

“Pembangunan gereja ini merupakan wujud perhatian prajurit di daerah tugas demi merajut persatuan Indonesia,” kata  Letkol Infanteri Lukman Hakim.

Di tempat yang sama, Bupati Keerom, Celcius Watae, berpesan kepada umat Katolik di Waris, terkhusus di Kampung Ampas agar mulai hari ini hingga seterusnya terus memelihara keberadaan gereja tersebut.

Pastor dekenat Keerom, Kris Bidi SVD.

“Terima kasih atas apa yang telah dilakukan oleh Satgas untuk membantu pembangunan ini. Kami dari pemerintah juga berharap masyarakat menjaga rumah Tuhan ini dengan baik,” kata Celcius.

Gereja Katolik Santo Petrus dalam bentuk semi permanen ini dibangun dari dana swadaya masyarakat, di antaranya sumbangan dari warga kampung, Pemda Keerom, Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis 516/CY dan juga para dermawan yang ada di Kabupaten Keerom serta Kota Jayapura.

Jurnalis: Indrayadi T Hatta / Editor: Satmoko / Foto: Indrayadi T Hatta

Komentar