Ratusan Seniman, Meriahkan Gelaran Malang Artival 2017

68

MINGGU, 9 APRIL 2017

MALANG — Ratusan orang seniman dari berbagai sanggar di Kota Malang, turut meramaikan gelaran Malang Artival dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-103 Kota Malang. Acara yang digagas oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) ini berlangsung meriah di depan Gedung Balai Kota Malang.

Kuda Lumping

“Malang Artival merupakan gebyar seni pertunjukkan dan kreasi baru Manunggal Malang Culture Diversity. Dalam acara tersebut, disajikan perpaduan dari seluruh sanggar di Kota Malang, yang diwakili oleh 15 sanggar yang dikemas secar medley,” jelas Kepala Disbudpar Kota Malang, Ida Ayu Made Wahyuni, Sabtu (8/4/2017).

Sanggar-sanggar tersebut, di antaranya Sanggar Kuda Lumping Sekar Budoyo, Sanggar Reog Singo Barong, Sanggar Karawitan Laras Aji Budoyo, serta Sanggar Ludruk Remaja Budaya. Dan, pada Sabtu (8/4/2017), malam, penampilan dari seluruh sanggar seni didukung oleh kurang lebih 213 orang seniman. Mereka menampilkan berbagai macam seni tari yang ada di Kota Malang dalam rangka memeriahkan hari jadi ke-103 Kota Malang. “Acara ini memang sengaja kami kemas semeriah mungkin, agar para seniman di Kota Malang bisa berkiprah di kotanya sendiri di hari jadi Kota Malang,” ucapnya.

Sementara itu, Walikota Kota Malang, Mochammad Anton, mengaku senang dan mendukung penuh gelaran acara Malang Artival. Karena melalui acara tersebut geliat seni tradisional bisa semakin berkembang di Kota Malang. Harapannya, kunjungan wisata yang datang ke Kota Malang terus meningkat dan Kota Malang bisa terus mengembangkan kampung-kampung budaya, karena hal tersebut sangat penting untuk dilestarikan.

Lebih lanjut, pria yang akrab di sapa Abah Anton, tersebut mengatakan melalui kegiatan-kegiatan semacam Malang Artival ini, masyarakat Kota Malang bersama-sama bisa menikmati dan menyaksikan secara langsung perkembangan seni tradisional yang ada di bumi Arema. “Untuk itu, kami berharap Disbudpar untuk terus mengembangkan dan melestarikan seni tradisional budaya di Kota Malang ini. Dan, tentunya kita berharap perkembangan ini bisa memberikan keberkahan kepada Kota Malang,” harapnya.

Reog

Meski pada sore harinya Kota Malang sempat di guyur hujan, namun ternyata tidak mengurangi antusiasme warga Kota Malang datang berbondong-bondong ke lokasi gelaran Malang Artival untuk menyaksikan berbagai jenis pertunjukkan kesenian tradisonal, antara lain Tari Topeng Malangan, Reog, Kuda Lumping, Singo Barong, Karawitan dan berbagai macam kesenian tradisional lainnya.

Jurnalis: Agus Nurchaliq/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Agus Nurchaliq

Komentar