Rekreasi sambil Mendidik Anak di Taman KB Semarang

130

MINGGU, 2 APRIL 2017

SEMARANG — Salah satu cara agar anak-anak bisa bersosialiasi dengan dunia luar adalah mengajaknya jalan-jalan keluar rumah, misalnya dengan mengunjungi taman. Di sana, mereka akan bersosialisasi dengan anak seumurnya, sehingga akan lebih mempererat persaudaraan.

Taman KB Semarang

Seperti yang sering terlihat pada hari Minggu di Taman KB (Keluarga Berencana) Semarang, banyak orangtua yang mengantar anak-anaknya untuk bermain di tempat seluas 5000 meter persegi di Jalan Menteri Supeno tersebut. Di taman yang dibangun pada era Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat zaman Presiden Soeharto, Soepardjo Rustam, itu selain disediakan taman bermain khusus anak juga sering dijadikan tempat favorit komunitas untuk berkumpul, terutama komunitas hewan.

Salah satu pengunjung, Erwin mengaku sering mengajak istri dan anaknya, Rizki, yang berusia 9 tahun untuk refreshing ke Taman KB, karena tempatnya yang sejuk dan banyak anak-anak lain yang bermain di sana, sehingga anak bisa bercengkerama dengan yang lain. Erwin mengakui sebisa mungkin jika libur, selalu mengajak keluarga keluar, sebab dikawatirkan jika terlalu lama di rumah mental anak tidak bisa berkembang, karena terlalu banyak menonton TV atau bermain HP.

Taman KB dianggap sebagai salah satu tempat refresing yang komplit. Selain karena banyak permainan sehingga anak-anak bisa berolah raga, juga ada komunitas hewan seperti kucing dan burung yang bisa membuat mereka mencintai makhluk hidup. “Dengan adanya komunitas hewan di sini, anak-anak akan belajar menyayangi makhluk hidup sehingga perkembangan mental mereka terperhatikan,” terang Erwin, saat ditemui Minggu(2/4/2017).

Sementara itu, pasangan Taufiq dan Sriyati, juga sesekali mengajak putri mereka Luqna (1,5) untuk bermain di Taman KB, karena banyak tanaman rindang, sehingga udaranya segar, selain itu juga tersedia fasilitas bermain. Begitu pula dengan komunitas hewan yang sering tampil di Taman KB juga dianggap bisa melatih mental anak. Jika memang tergolong pemberani, maka anak akan menyayangi hewan tersebut, tetapi jika masih takut, akan dibimbing oleh orangtuanya.

Sriyati dan Taufiq bersama putrinya, Luqna, di Taman KB Semarang

Dengan mengajak anak ke taman bermain, bisa melatih mental jiwa sosial anak untuk peduli dengan sesama, karena bisa berbicara atau berinteraksi dengan orang lain. Dirinya juga menganggap taman bermain anak yang ada di Semarang, khususnya Taman KB, sudah mempunyai fasilitas yang baik walaupun masih ada beberapa hal yang harus diperbaiki. “Masalah sampah yang masih berserakan, mengganggu pemandangan. Masyarakat harus peduli juga dengan lingkungan,” ungkap mahasiswa IKIP Veteran Semarang, tersebut.

Dirinya berharap, dengan tidak adanya sampah di taman bermain akan membuat kecemasan orangtua semakin berkurang, karena bagaimanapun juga sampah merupakan salah satu sumber penyakit yang berbahaya bagi kesehatan anak-anak.

Jurnalis: Khusnul Imanuddin/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Khusnul Imanuddin

Komentar