Robot “Rusak” Teror Universitas Negeri Makassar

44

KAMIS, 4 APRIL 2017

MAKASSAR — Keberadaan Medan energi menjadi misteri. Sampai sekarang penelitian tentang medan energi ini masih di jalankan di beberapa negara. Cerita tentang adanya medan energi serupa seperti keberadaan mahluk di luar Bumi. 

Salah satu adegan “Rusak” dalam Festival teater Mahasiswa Nasional ke-8 di Universitas Negeri Makassar.

Alkisah seorang profesor melakukan berbagai penelitian untuk membuktikan keberadaan medan energi ini.  Tetapi tanpa disadari profesor, upaya yang dilakukan malah merusak kehidupan umat manusia. Profesor itu memindahkan kecerdasan ke robot melawan kodrat.

Perlu mendapatkan aplaus untuk terobosan cerita yang disuguhkan Unit Teater Randa dari Universitas Andalas, Padang. Cerita bertajuk “Rusak” ini bergenre fiksi ilmiah, memberikan warna bagi Festival Teater Mahasiswa Nasional (FESTAMASIO) yang ke 8.  Menginggat saat ini untuk film dan FTV sekalipun tidak banyak yang megangkat tema fiksi ilmiah.

Festival yang digelar di Universitas Negeri Makassar ini sudah memasuki hari ke 5 dari sepekan penyelenggaraan.

“Sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari bahwa memang orang-orang yang cenderung tidak pernah merasa puas terhadap apa yang dimiliki,” jelas Randa Andika selaku sutradara.

Berdurasi selama 1 jam cerita ini berawal dari sebuah ruangan laboratorium. Yang di dalamnya ada tabung cairan dan juga tabung experiman berisi manusia remaja yang sebetulnya robot yang menyerupai manusia.

Kemampuan manusia ini dipindahkan ke sebuah robo dilakukan oleh profesor gila karena disuruh oleh seorang yang lumpuh. Orang lumpuh tadi memberikan biayanya untuk melakukan sebuah penelitian ilegal untuk agenda tersembunyi.

Dipadukan dengan pencahayaan merah dan biru membuat penonton benar-benar bisa merasakan memang berada dalam sebuah laboratorium sesungguhnya. Namun sayangnya pencahayaan ini terlalu menempel pada layar yang dijadikan komputer. Akibatnya wajah yang ada di komputer tidak terlihat jelas. Dan artikulasi yang diucapkan oleh aktor juga tidak jelas.

Hanya butuh empat aktor ini. Mereka  bermain sangat total dalam memerankan karakter masing-masing. yang menakjubkan ada adegan dimana kursi melayang-layang karena kekuatan telekenesis yang dimiliki Alfa sebagai “gadis eksperiman”.

Hal hasil pertunjukkan ini menggemparkan sekitar tiga ratus  penonton yang memenuhi audtotorium hingga tak beranjak dari kursinya. Razak salah seorang penonton tampak begitu menikmati pertunjukan ini.

“Menurut saya pertunjukan ini bagus dan berani mengangkat tema fiksi ilmiah,” ucap Razak.

Randa andika sendiri memilih tema ini karena atas tema untuk FESTAMASIO yang ke 8 ini.Unit Teater Mahasiswa Universitas Andalas melakukan latihan sejak Juli 2016 dengan seksama, sekalipun sempat juga melakukan pergantian pemain. 

Hal hasil, kerja keras tim teater ini berhasil menteror penonton di auditorium Universitas Negeri Makassar.

Jurnalis: Nurul Rahmatun Ummah/Redaktur: Irvan Sjafari/Foto: Nurul Rahmatun Ummah

Komentar